alexametrics

AS Akui Kewalahan Hadapi Sistem Pertahanan Udara Suriah

loading...
AS Akui Kewalahan Hadapi Sistem Pertahanan Udara Suriah
Sistem pertahanan udara Suriah membuat AS kewalahan. Foto/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengaku kewalahan dan menghindari sistem pertahan udara Suriah untuk menyerang setiap target di jantung program senjata kimia negara itu. Seperti diketahui, AS bersama Inggris dan Prancis meluncurkan serangan multi cabang dari udara dan laut ke Suriah sebagai respon atas serangan senjata kimia di Douma seminggu lalu.

Operasi itu membutuhkan waktu berjam-jam sebelum mempunyai dampak nyata. Setelah itu, hanya butuh beberapa menit dari ledakan pertama hingga terakhir dari 105 serangan peluru kendali presisi terhadap tiga sasaran senjata kimia Suriah, kata para pejabat AS.



Direktur Staf Gabungan, Kenneth McKenzie, mementahkan pernyataan dari Rusia dan Suriah bahwa sejumlah rudal Barat berhasil ditembak jatuh.

Ia mengatakan pertahanan udara Rusia tidak menyala, sementara pertahanan udara Suriah benar-benar tidak efektif. Serangan bergelombang datang dari berbagai arah yang melibatkan tidak hanya pesawat AS, Inggris dan Perancis tetapi juga kapal perusak angkatan laut AS, kapal penjelajah serta kapal fregat Prancis dan bahkan kapal selam AS.

McKenzie mengatakan pertahanan udara Suriah tidak hanya kecolongan rudal yang berhasil menembus pertahanan, tetapi mereka juga terus menembak bahkan setelah serangan trio AS, Inggris, Prancis selesai.

Beberapa dari lebih 40 pencegat rudal Suriah, katanya, mungkin telah mencapai sasaran sipil.

"Ketika Anda menembak besi ke langit tanpa petunjuk, itu pasti akan jatuh ke bumi," kata McKenzie seperti dikutip dari Reuters, Minggu (15/4/2018).
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak