Puji Serangan AS, Netanyahu Peringatkan Keberadaan Iran di Suriah

Minggu, 15 April 2018 - 05:26 WIB
Puji Serangan AS, Netanyahu...
Puji Serangan AS, Netanyahu Peringatkan Keberadaan Iran di Suriah
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memuji serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap Suriah. Namun ia juga memperingatkan tentang kehadiran Iran membuat Suriah semakin berbahaya.

AS, Inggris, dan Prancis menyerang Suriah dengan serangan udara sebagai tanggapan atas dugaan serangan gas beracun yang menewaskan puluhan orang pekan lalu. Presiden AS Donald Trump mengatakan dia siap untuk mempertahankan respon sampai pemerintah Assad menghentikan penggunaan senjata kimia.

"Awal pagi ini, di bawah kepemimpinan Amerika, Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris menunjukkan bahwa komitmen mereka tidak terbatas pada pernyataan prinsip," kata Netanyahu dalam pernyataan tertulis seperti dilansir dari Reuters, Minggu (15/4/2018).

Netanyahu mengatakan Presiden Suriah Bashar al-Assad harus memahami bahwa penyediaan basis terdepan untuk Iran dan proksinya membahayakan Suriah.

Seorang pejabat Israel mengatakan Israel diberitahu tentang serangan hanya beberapa jam sebelum serangan. Ditanya berapa banyak peringatan yang Israel terima, pejabat itu mengatakan kepada Reuters: "Antara 12 dan 24 jam, saya kira."

Ditanya apakah Israel membantu memilih target, pejabat itu, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan: "Tidak sepengetahuan saya."

Juru bicara kedutaan AS menegaskan kepada Reuters bahwa Israel telah diberitahu sebelum serangan, tetapi dia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Keterlibatan Iran di Suriah untuk mendukung Assad telah mengkhawatirkan Israel, yang mengatakan akan melawan ancaman apa pun. Gerakan Syiah yang didukung Iran, Hezbollah, yang memiliki persenjataan rudal ekstensif, terakhir berperang dengan Israel pada 2006 lalu.

Suriah, Iran dan Rusia mengatakan Israel berada di belakang serangan udara di pangkalan udara Suriah pada hari Senin yang menewaskan tujuh personel militer Iran, sesuatu yang Israel tidak membenarkan atau membantah.

Baca: Dua Jet F-15-nya Dituduh Merudal Suriah, Israel Bungkam

Pada hari Rabu, Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara kepada Netanyahu dan mendesaknya untuk tidak melakukan apa pun yang bisa mengacaukan Suriah, menurut pernyataan Kremlin.

Netanyahu membalas dengan mengatakan Israel tidak akan mengizinkan Iran membangun dirinya di Suriah, menurut kantornya.

Baca: Putin-Netanyahu Terlibat Perdebatan Seru Soal Suriah di Telepon

Israel telah melakukan serangan udara di Suriah secara teratur, menargetkan pengiriman senjata yang diduga ke Libanon Hizbullah.
(ian)
Berita Terkait
John Kerry Bantah Bocorkan...
John Kerry Bantah Bocorkan Serangan Israel ke Menlu Iran
Israel Disebut Diam-diam...
Israel Disebut Diam-diam Koordinasikan Serangan Udara di Suriah dengan AS
Iran Ungkap Serangan...
Iran Ungkap Serangan Pemberontak di Suriah Konspirasi AS dan Israel
Kedubes Amerika Serikat...
Kedubes Amerika Serikat di Tel Aviv Dibombardir Rudal Iran
AS Siap Perang dengan...
AS Siap Perang dengan Iran, Serangan Tewaskan 40 Orang Hanya Permulaan
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Berita Terkini
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
10 menit yang lalu
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
1 jam yang lalu
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
4 jam yang lalu
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
5 jam yang lalu
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
8 jam yang lalu
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
9 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved