AS Ancam Gempur 'Monster' Assad Tanpa Mandat PBB

Selasa, 10 April 2018 - 07:52 WIB
AS Ancam Gempur Monster...
AS Ancam Gempur 'Monster' Assad Tanpa Mandat PBB
A A A
NEW YORK - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengancam akan menyerang rezim Suriah dengan atau tanpa mandat PBB. Ancaman ini sebagai respons atas dugaan serangan kimia di Douma, pinggiran Damaskus, Sabtu pekan lalu.

Duta Besar AS untuk PBB Niki Haley dalam ancamannya mengumbar kata-kata kasar untuk Presiden Suriah Bashar al-Assad dengan menyebutnya sebagai "monster" pembunuh.

"Kami di luar menampilkan foto-foto bayi yang mati. Kami berada di luar daya tarik hati nurani. Kami telah mencapai saat ketika dunia harus melihat keadilan ditegakkan," kata Haley di hadapan Dewan Keamanan PBB pada hari Senin, seperti dikutip Reuters, Selasa (10/4/2018).

"Rusia mendukung 'monster' Assad, yang membunuh anak-anak dengan senjata kimia," ujar Haley.

“Rezim Rusia, yang tangannya penuh dengan darah anak-anak Suriah, tidak malu dengan gambar para korbannya. Kami telah mencoba itu sebelumnya," kata Haley."Tidak ada pemerintahan beradab yang akan berhubungan dengan rezim pembunuh Assad."

Sementara itu, Rusia sebagai sekutu terkuat rezim Suriah menolak tuduhan serangan kimia dilakukan kubu Assad. Menurut Moskow, serangan kimia di Douma dibuat oleh LSM White Helmets dan kelompok Jaysh al-Islam yang didukung Barat untuk memfitnah pemerintah Suriah.

Baca: Trump Ancam Rezim Suriah: Kami Punya Banyak Opsi Militer!

Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia menyebut serangan kimia di Douma sebagai "berita palsu". Pernyataan itu diperkuat dengan penyelidikan pasukan Suriah dan Rusia di Douma yang tidak menemukan jejak racun kimia.

Namun, Haley bersikeras serangan kimia di Douma adalah fakta yang terbukti dan merupakan kesalahan pemerintah Assad. "Jika PBB menolak untuk mengikuti pimpinan Washington dan campur tangan di Suriah karena 'obstruksi Rusia', AS akan melakukannya sendiri," ujar Haley.

“Sejarah akan mencatat ini sebagai momen ketika Dewan Keamanan melepaskan tugasnya atau menunjukkan kegagalan total untuk melindungi rakyat Suriah. Bagaimana pun Amerika Serikat akan merespons," imbuh Haley.
(mas)
Berita Terkait
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Rusia: AS Tolak Hadiri...
Rusia: AS Tolak Hadiri Pertemuan Bahas Situasi Suriah
Lavrov: Kehadiran Militer...
Lavrov: Kehadiran Militer AS di Suriah Persulit Upaya Rekonsiliasi
Rusia Sebut Tentara...
Rusia Sebut Tentara AS Coba Hadang Konvoi Militer Mereka di Suriah
Rusia-AS Dilaporkan...
Rusia-AS Dilaporkan Mulai Patroli Bersama di Suriah
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
1 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
2 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
3 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
4 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
5 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved