alexametrics

PBB: Myanmar Belum Siap Repatriasi Pengungsi Rohingya

loading...
PBB: Myanmar Belum Siap Repatriasi Pengungsi Rohingya
Kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh. Foto/Istimewa
A+ A-
YANGON - Myanmar belum siap untuk repatriasi pengungsi Rohingya. Hal itu diungkapkan pejabat senior PBB yang mengunjungi negara itu tahun ini. Myanmar diduga telah melakukan pembersijan etnis dan membuat hampir 700 ribu etnis Muslim Rohingya ke Bangladesh.

"Dari apa yang saya lihat dan dengar dari orang-orang - tidak ada akses layanan kesehatan, kekhawatiran tentang perlindungan, berlanjutnya pemindahan - kondisi tidak kondusif untuk kembali," kata Ursula Mueller, Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan, setelah kunjungan enam hari ke Myanmar.

Mueller diberikan akses langka di Myanmar, diizinkan untuk mengunjungi daerah-daerah yang paling terkena dampak di negara bagian Rakhine, dan bertemu dengan menteri pertahanan serta urusan perbatasan yang dikontrol tentara. Ia juga bertemu dengan pemimpin de-facto Aung San Suu Kyi dan pejabat sipil lainnya.



Eksodus Muslim Rohingya mengikuti tindakan keras 25 Agustus oleh militer di negara bagian Rakhine barat laut. Pengungsi Rohingya melaporkan pembunuhan, pembakaran, penjarahan dan perkosaan, sebagai reaksi atas serangan militan Rohingya terhadap pasukan keamanan.

"Saya meminta (pejabat Myanmar) untuk mengakhiri kekerasan dan bahwa kembalinya para pengungsi dari (kamp pengungsi Bangladesh di) Cox's Bazar akan terjadi dengan cara sukarela, bermartabat, dalam solusi yang tahan lama," tutur Mueller.

Ditanya apakah ia percaya pada jaminan pemerintah Myanmar bahwa Rohingya akan diizinkan untuk kembali ke rumah mereka setelah tinggal sementara di kamp-kamp, ​​Mueller berkata: "Saya benar-benar khawatir tentang situasinya."

Menurut Human Rights Watch yang bermarkas di New York, sebagian dari masalah adalah Myanmar telah melibas setidaknya 55 desa yang dikosongkan selama aksi kekerasan.

"Saya menyaksikan daerah-daerah di mana desa-desa dibakar dan dilindas. Saya tidak melihat atau mendengar bahwa ada persiapan bagi orang-orang untuk pergi kembali ke tempat asal mereka," kata Mueller.

Para pejabat Myanmar mengatakan desa-desa itu dibuldoser untuk membuka jalan bagi pemukiman kembali pengungsi.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak