Dikritik Jual Rudal ke Rusia, Kim Jong-un Justru Kunjungi Pabrik Senjata

Rabu, 10 Januari 2024 - 11:48 WIB
loading...
Dikritik Jual Rudal...
Kim Jong-un kunjungi pabrik senjata. Foto/Reuters
A A A
PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengunjungi pabrik senjata pada pekan ini. Itu berlangsu saat Amerika Serikat dan Korea Selatan mengutuk transfer senjata negara tersebut dengan Rusia.

KCNA melaporkan, Kim juga menyoroti kekurangan produksi amunisi dan menyerukan penyesuaian kembali sambil menekankan pentingnya strategis produksi senjata utama.

Foto-foto KCNA yang menunjukkan kunjungan Kim ke pabrik amunisi menunjukkan dia sedang memeriksa kendaraan peluncuran rudal jarak pendek bergerak.

Kunjungannya terjadi ketika hampir 50 negara mengutuk pengadaan dan penggunaan rudal balistik Korea Utara terhadap Ukraina oleh Rusia.

“Penggunaan rudal balistik Korea Utara oleh Rusia di Ukraina juga memberikan wawasan teknis dan militer yang berharga bagi Korea Utara,” demikian keterangan KCNA.

Penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan dalam panggilan telepon dengan rekannya dari Korea Selatan, Chang Ho-jin, pada hari Selasa “mengecam keras-keras” transfer rudal Korea Utara ke Rusia.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mengatakan pada hari Selasa bahwa setelah laporan awal penggunaan rudal balistik Korea Utara pada tanggal 30 Desember dan 2 Januari, Rusia telah menembakkan lebih banyak senjata semacam itu ke Ukraina, termasuk yang mendarat di Kharkiv.

Baca Juga: Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un Diyakini Telah Berusia 40 Tahun

Amerika Serikat dan sekutu serta mitranya akan mengangkat masalah ini ke Dewan Keamanan PBB pada hari Rabu.

Selanjutnya, KCNA melaporkan Kim juga mengatakan sudah waktunya untuk mendefinisikan Korea Selatan sebagai negara yang “paling bermusuhan” terhadap negaranya.

Dia menuduh Seoul menghasut konfrontasi dan penumpukan senjata sambil mendesak negaranya untuk meningkatkan kemampuan militernya untuk pertahanan diri dan pencegah perang nuklir. Dia menggambarkan memburuknya hubungan antara kedua Korea sebagai “fase perubahan baru” dan “realitas yang tidak dapat dihindari”.

“Kami tidak akan secara sepihak mengadakan peristiwa besar dengan kekuatan luar biasa di Semenanjung Korea, namun kami juga tidak berniat menghindari perang,” kata pemimpin tersebut.

Dalam sambutannya pada pertemuan partai akhir tahun bulan lalu, Kim mengatakan reunifikasi damai tidak mungkin dilakukan, dan menambahkan bahwa pemerintah akan membuat “perubahan kebijakan yang menentukan” dalam hubungan dengan Korea Selatan.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Korea Utara Bantah Keras...
Korea Utara Bantah Keras Tuduhan AS Soal Ancaman Siber
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Iran Bersumpah Bikin...
Iran Bersumpah Bikin Pangkalan Militer AS di Timur Tengah seperti Neraka
Rekomendasi
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Hina Bosnia, Reporter...
Hina Bosnia, Reporter TV AS Akhirnya Minta Maaf
Ditipu Teman Sendiri,...
Ditipu Teman Sendiri, Tantri Kotak Ungkap Tabungan Pendidikan Anak Ikut Raib
Berita Terkini
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved