Pemimpin Arab Ini Marah Dimintai Uang oleh PM Israel: Mintalah pada Zelensky!

Selasa, 09 Januari 2024 - 07:17 WIB
loading...
Pemimpin Arab Ini Marah...
Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Zayed dilaporkan marah ketika dimintai uang oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto/REUTERS
A A A
ABU DHABI - Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed bin Zayed dilaporkan marah ketika dimintai uang oleh Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu untuk membayar tunjangan pengangguran kepada warga Palestina yang dilarang memasuki Israel.

Menurut laporan Axios, Sheikh Mohammed mengatakan kepada pemimpin Zionis Israel supaya meminta bantuan uang kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang memiliki dana besar.

Laporan media Amerika Serikat (AS) itu menyebutkan bahwa Netanyahu mendekati Sheikh Mohammed beberapa minggu yang lalu dan memintanya untuk membayar tunjangan pengangguran kepada lebih dari 100.000 penduduk Palestina di Tepi Barat yang tidak dapat melakukan perjalanan kerja ke Israel sejak bulan Oktober.

Baca Juga: Jaksa ICC Gunakan Standar Ganda, Keras pada Rusia tapi Loyo pada Israel

Laporan yang diterbitkan hari Senin tersebut mengutip pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya dan sumber anonim lainnya.

Sheikh Mohammed terkejut dengan permintaan Netanyahu, kata salah satu sumber. Dengan alasan bahwa Netanyahu sendiri yang menciptakan masalah dengan melarang para pekerja tersebut melakukan perjalanan antara wilayah Palestina dan Israel, dia menolak untuk memberikan uang.

“Mintalah uang kepada Zelensky,” kesal pemimpin Arab tersebut, sebagaimana ditirukan sumber Israel, sebagaimana dilansir RT, Selasa (9/1/2024).

"Presiden Ukraina mendapat banyak uang dari banyak negara jadi mungkin dia bisa membantu," lanjut Sheikh Mohammed kepada Netanyahu.

Seorang pejabat UEA mengatakan terlepas dari kenyataan bahwa Israel memiliki hubungan diplomatik dan militer yang erat dengan UEA, gagasan bahwa negara-negara Arab akan datang untuk membangun kembali dan membayar tagihan atas apa yang terjadi saat ini hanyalah angan-angan.

Keputusan Netanyahu untuk mendekati Abu Dhabi tampaknya merupakan keputusan yang putus asa. Tak lama setelah larangan perjalanan diberlakukan, Kementerian Pertahanan Israel merekomendasikan agar sejumlah pekerja Palestina diizinkan masuk ke Israel, untuk mencegah keruntuhan perekonomian Tepi Barat dan potensi kekerasan yang mungkin terjadi setelahnya.

Kabinet ekonomi Israel, yang dipimpin oleh Menteri Keuangan garis keras Bezalel Smotrich, menolak saran tersebut.

Menurut laporan Axios, meskipun ada tekanan dari Kementerian Pertahanan dan badan intelijen Shin Bet, Netanyahu menolak untuk membawa masalah ini ke pemungutan suara di kabinet keamanannya setelah Smotrich—yang berasal dari pemukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat—dan beberapa menteri sayap kanan lainnya mengancam akan mengundurkan diri dan meruntuhkan pemerintahannya.

Tepi Barat diperintah oleh Otoritas Palestina (PA) dan bukan Hamas, dan dengan demikian terhindar dari kehancuran besar-besaran yang terjadi di Gaza oleh militer Israel selama tiga bulan terakhir.

Namun, bentrokan sporadis telah merenggut nyawa 330 warga Palestina dan beberapa lusin warga Israel di wilayah tersebut sejak bulan Oktober, dan dengan Netanyahu melarang pekerja dan membekukan pendapatan pajak yang dikumpulkan oleh Otoritas Palestina, kepala keamanan Israel telah memperingatkan PM Netanyahu beberapa kali dalam beberapa hari terakhir bahwa hal tersebut tidak akan terjadi.

Laporan lain dari Channel 12 menyebutkan bahwa wilayah Tepi Barat berada di ambang eskalasi besar.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
Navigasi Kompleksitas...
Navigasi Kompleksitas Bisnis 2026, Grab For Business Dorong Pelaku Usaha Scale Smarter dan Execute Faster
Cedera Patah Kaki di...
Cedera Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Ismael Kone Terancam Absen Setahun
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Berita Terkini
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Infografis
Ini Cara Hentikan Israel...
Ini Cara Hentikan Israel Invasi Gaza Menurut Pangeran Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved