Rusia Anggap Kasus Skripal Palsu, 14 Pertanyaan 'Bombardir' Inggris

Minggu, 01 April 2018 - 08:14 WIB
Rusia Anggap Kasus Skripal...
Rusia Anggap Kasus Skripal Palsu, 14 Pertanyaan 'Bombardir' Inggris
A A A
LONDON - Kedutaan Rusia di London mengirim daftar 14 pertanyaan untuk Kementerian Luar Negeri Inggris terkait dugaan serangan racun terhadap mantan agen ganda Moskow, Sergei Skripal. Moskow "membombardir" London dengan belasan pertanyaan karena menganggap kasus itu palsu atau karangan pihak London.

Pada 4 Maret 2018, Skripal—mantan agen intelijen Rusia yang berkhianat ke Inggris—dan putrinya, Yulia Skripal, ditemukan tak sadarkan diri di wilayah Salisbury.London menuduh mereka diserang racun saraf A-234 atau Novichok yang didalangi Moskow.

Kremlin telah berulang kali membantah tuduhan itu. Kremlin juga menuntut bukti dan menawarkan kerja sama untuk penyelidikan. Namun, tuntutan itu diabaikan London.

Kasus ini berbuntut perseteruan panjang, termasuk pengusiran diplomat kedua negara.

Kini, Rusia melontarkan 14 pernyataan kepada Inggris dengan keyakinan bahwa kasus Skripal hanya fabrikasi pihak London. Berikut 14 pertanyaan yang menyerang London;

1. Mengapa Rusia ditolak hak akses konsuler untuk dua warga Rusia, yang datang untuk menyakiti wilayah Inggris?

2. Antidot apa yang spesifik dan dalam bentuk apa korban disuntik? Bagaimana penangkal semacam itu datang ke tangan dokter Inggris di lokasi kejadian?

3. Atas dasar apa Prancis terlibat dalam kerja sama teknis dalam penyelidikan insiden, di mana warga Rusia yang terluka?

4. Apakah Inggris memberi tahu OPCW (Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia) dari keterlibatan Prancis dalam penyelidikan insiden Salisbury?

5. Apa yang harus dilakukan Prancis dengan insiden tersebut, yang melibatkan dua warga Rusia di Inggris?

6. Apa aturan undang-undang prosedural Inggris yang memungkinkan keterlibatan negara asing dalam penyelidikan internal?

7. Bukti apa yang diserahkan ke Prancis untuk dipelajari dan untuk penyelidikan yang akan dilakukan?

8. Apakah para ahli Prancis hadir selama pengambilan sampel biomaterial dari Sergei dan Yulia Skripal?

9. Apakah studi biomaterial dari Sergei dan Yulia Skripal dilakukan oleh para ahli Perancis dan, jika demikian, di mana laboratorium khusus?

10. Apakah Inggris memiliki materi yang terlibat dalam penyelidikan yang dilakukan oleh Prancis?

11. Apakah hasil investigasi Prancis telah disampaikan kepada Sekretariat Teknis OPCW?

12. Berdasarkan atribut apa menduga zat racun yang digunakan di Salisbury berasal dari Rusia?

13. Apakah Inggris memiliki sampel kontrol racun perang kimia, yang oleh perwakilan Inggris sebut sebagai "Novichok"?

14. Apakah sampel racun perang kimia dari jenis yang sama dengan “Novichok” (sesuai dengan terminologi Inggris) atau analognya telah dikembangkan di Inggris?

Dokumen serupa, berisi 10 pertanyaan, dikirim ke Kementerian Luar Negeri Prancis oleh Kedutaan Besar Rusia di Paris. Menurut dokumen itu, Moskow ingin tahu atas dasar apa Prancis terlibat dalam penyelidikan terhadap dugaan serangan racun terhadap Skripal di Inggris.

Moskow menuntut agar Paris mengungkapkan bukti apa yang diserahkan kepada Prancis oleh Inggris, dan juga bertanya apakah para ahli Prancis memiliki sampel dari racun saraf А-234 atau biomaterial dari Sergei dan Yulia Skripal.

"Apakah sampel agen (racun) perang kimia dari jenis ini atau analognya telah dikembangkan di Prancis dan jika demikian, untuk tujuan apa?," bunyi salah satu pertanyaan dalam dokumen yang diajukan Rusia terhadap Prancis, seperti dikutip Russia Today, Minggu (1/4/2018).
(mas)
Berita Terkait
Penyelidikan Inggris:...
Penyelidikan Inggris: Putin Dalang Serangan Racun Ganas Novichok terhadap Eks Mata-mata Rusia!
Bos mata-mata Inggris:...
Bos mata-mata Inggris: Tentara Rusia menolak melaksanakan perintah di Ukraina
3 Mata-mata Rusia Ditangkap...
3 Mata-mata Rusia Ditangkap di Inggris
Rusia Usir Diplomat...
Rusia Usir Diplomat Inggris karena Jadi Mata-mata
Intervensi Rusia di...
Intervensi Rusia di Inggris: Mata-mata, Hack Pemilu hingga Pembunuhan
Jadi Mata-mata Rusia,...
Jadi Mata-mata Rusia, Eks Satpam Kedubes Inggris Dibui 13 Tahun
Berita Terkini
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
48 menit yang lalu
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
1 jam yang lalu
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
2 jam yang lalu
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
3 jam yang lalu
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
5 jam yang lalu
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
5 jam yang lalu
Infografis
12 Terlapor dalam Kasus...
12 Terlapor dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved