Orang Superkaya Rela Pindah Kewarganegaraan untuk Hindari Corona

Selasa, 11 Agustus 2020 - 07:08 WIB
loading...
A A A
Selain itu, program kewarganegaraan di Australia dan Selandia Baru juga sangat diminati. Itu karena di dua negara tersebut, manajemen krisis pandemi korona dinilai sangat baik. “Selandia Baru menempati urutan terbaik negara yang menangani pandemi dengan baik dibandingkan Inggris dan Amerika Serikat,” kata Volek. Banyak orang kaya memiliki memindahkan investasi ke Australia dan Selandia Baru. Apalagi, banyak orang kaya juga sudah menyiapkan rencana menghadapi kiamat di Selandia Baru. (Baca juga: Ganjil Genap Diperluas, Pengamat Sebut Berpotensi Timbulkan Klaster Baru Covid-19)

Berapa investasi yang harus dikeluarkan? Orang kaya harus merogoh kocek hingga USD3,5 juta (Sekitar Rp50,4 miliar) untuk program di Australia, sedangkan Selandia Baru lebih mahal mencapai USD6,5 juta (sekitar Rp93,6 miliar). “Untuk program Selandia Baru lebih fleksibel. Misalnya, bisa berinvestasi pada pertanian atau perkebunan. Kamu bisa mendapatkan tempat yang sesuai yang kamu inginkan,” paparnya.

Lantas dari mana kebanyakan klien CIP? Mereka umumnya adalah warga AS, India, Nigeria, hingga Lebanon. Jumlah pendaftar asal AS meningkat mencapai 700% pada 2020 dibandingkan 2019. Orang superkaya asal China dan Timur Tengah juga mulai tertarik dengan program tersebut.

Banyak juga orang superkaya yang mencari tempat terpencil dan aman untuk keluarga mereka agar aman dari pandemi saat ini, tetapi juga pandemi yang akan datang. “Banyak negara kecil yang jauh lebih baik dalam menangani pandemi,” kata Nuri Katz, konsultan keuangan internasional dari Apex Capital Partners.

Seperti AS yang tidak mampu mengatasi pandemi, tetapi negara kecil di Karibia seperti Dominica, Antigua dan Barbuda justru lebih sukses mengatasinya. “Banyak negara kecil lebih terbuka dan mampu mengelola pandemi ini lebih baik dibandingkan negara besar. Mereka memiliki perawatan kesehatan dan gaya hidup yang lebih baik,”kata Katz. (Baca juga: Pengadilan Italia: Yerusalem Bukan Ibukota Israel!)

Untuk negara-negara di Karibia, tarif CIP tidak terlalu mahal antara USD1 juta (sekitar Rp14,4 miliar) hingga USD10 juta (sekitar Rp144 miliar). Banyak orang kaya Bangladesh yang memiliki paspor terburuk di dunia memilih negara Karibia agar bisa mendapatkan paspor dan bisa keliling dunia. Jika orang kaya mendonasikan USD100.000 (sekitar Rp1,4 miliar) ke pemerintah Antigua dan Barbuda, maka keluarganya akan mendapatkan paspor dalam waktu empat hingga enam bulan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan MoU Damai dengan AS, Iran: Kita Siapkan Semua Skenario
Rekomendasi
Kylian Mbappe Cetak...
Kylian Mbappe Cetak 2 Rekor Bersejarah di Piala Dunia 2026
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved