Orang Superkaya Rela Pindah Kewarganegaraan untuk Hindari Corona
Selasa, 11 Agustus 2020 - 07:08 WIB
loading...
A
A
A
Katz juga mengungkapkan, investasi paspor merupakan upaya untuk menghadapi larangan bepergian di masa depan. Pemegang paspor Siprus bisa bepergian keliling Uni Eropa ketika perbatasan dibuka.
“Orang mulai berpikir untuk mengamankan aset mereka, termasuk kewarganegaraan dan mendapatkan gaya hidup yang diinginkan,” katanya. Orang juga bisa bebas keliling Eropa dengan status penduduk atau kewarganegaraan.
Program investasi migrasi yang menawarkan kependudukan dan kewarganegaraan dengan investasi ke ekonomi suatu negara dalam bidang properti, penciptaan lapangan kerja, pengembangan infrastruktur atau obligasi pemerintah. CIP sendiri dikenalkan pada 1984 di St Kitts dan Nevis di Karibia. Kemudian, banyak negara yang menerapkan program tersebut seperti Austria, Cyprus, Malta, Moldova, St Lucia, Turki, Antigua, dan Barbuda, Dominika, Yunani, Montenegro, dan banyak negara lainnya.
Pada 2017 sebanyak 5.000 orang mendapatkan kewarganegaraan baru melalui CIP. Pada 2020 sekitar 25.000 orang mengikuti program tersebut. Namun, Transparancy International mengkritik kebijakan tersebut karena menjual akses bebas visa Schengen. (Lihat videonya: Kecelakaan Maut Tol Cipali, 8 Orang Tewas)
“Banyak orang kaya menggunakan program tersebut untuk melakukan pencucian uang,” kata Kate Hooper, analis kebijakan di Migration Policy. Banyak negara tidak menerapkan kebijakan ketat untuk menyeleksi orang kaya yang mendapatkan program kewarganegaraan baru itu.
Kemudian, George DeMartino, pakar ekonomi internasional Universitas Denver, menilai program CIP hanya memperpanjang ketidaksetaraan dan menciptakan ketidakadilan. “Mereka yang tidak memiliki uang tidak mendapatkan akses tersebut,”katanya. (Andika H Mustaqim)
“Orang mulai berpikir untuk mengamankan aset mereka, termasuk kewarganegaraan dan mendapatkan gaya hidup yang diinginkan,” katanya. Orang juga bisa bebas keliling Eropa dengan status penduduk atau kewarganegaraan.
Program investasi migrasi yang menawarkan kependudukan dan kewarganegaraan dengan investasi ke ekonomi suatu negara dalam bidang properti, penciptaan lapangan kerja, pengembangan infrastruktur atau obligasi pemerintah. CIP sendiri dikenalkan pada 1984 di St Kitts dan Nevis di Karibia. Kemudian, banyak negara yang menerapkan program tersebut seperti Austria, Cyprus, Malta, Moldova, St Lucia, Turki, Antigua, dan Barbuda, Dominika, Yunani, Montenegro, dan banyak negara lainnya.
Pada 2017 sebanyak 5.000 orang mendapatkan kewarganegaraan baru melalui CIP. Pada 2020 sekitar 25.000 orang mengikuti program tersebut. Namun, Transparancy International mengkritik kebijakan tersebut karena menjual akses bebas visa Schengen. (Lihat videonya: Kecelakaan Maut Tol Cipali, 8 Orang Tewas)
“Banyak orang kaya menggunakan program tersebut untuk melakukan pencucian uang,” kata Kate Hooper, analis kebijakan di Migration Policy. Banyak negara tidak menerapkan kebijakan ketat untuk menyeleksi orang kaya yang mendapatkan program kewarganegaraan baru itu.
Kemudian, George DeMartino, pakar ekonomi internasional Universitas Denver, menilai program CIP hanya memperpanjang ketidaksetaraan dan menciptakan ketidakadilan. “Mereka yang tidak memiliki uang tidak mendapatkan akses tersebut,”katanya. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Lihat Juga :