Militer Zionis Kebobolan Serangan Hamas, Kabinet Israel Bertikai

Sabtu, 06 Januari 2024 - 09:31 WIB
loading...
Militer Zionis Kebobolan...
Pertemuan kabinet diplomatik-keamanan Israel berubah menjadi pertikaian sengit setelah ada upaya penyelidikan atas bobolnya militer Zionis dalam serangan Hamas 7 Oktober lalu. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Pertemuan kabinet diplomatik-keamanan Israel pada Kamis malam berubah menjadi pertikaian sengit. Para pejabat berseteru setelah ada upaya penyelidikan atas bobolnya militer Israel dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Rapat kabinet tersebut diadakan untuk membahas masa depan Jalur Gaza, Palestina, setelah perang Israel melawan Hamas berakhir nanti.

Namun, anggota Parlemen bentrok dengan kepala staf dan lembaga pertahanan mengenai penyelidikan atas kesalahan dan perilaku militer Israel seputar serangan Hamas terhadap negara Yahudi itu pada 7 Oktober.

Baca Juga: Pangeran Saudi: Serangan Hamas 7 Oktober Hancurkan Citra Israel sebagai Kekuatan Tak Terkalahkan

Para anggota Parlemen mengatakan bahwa penyelidikan, yang dilakukan untuk melihat kegagalan persiapan mengatasi serangan tersebut, dijanjikan akan dimulai segera setelah perang di Gaza berakhir.

Laporan di media-media Israel menyebutkan pertemuan kabinet itu berlangsung selama tiga setengah jam, sebelum “meledak” menjadi pertikaian.

Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel Letnan Jenderal Herzi Halevi, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, dan Menteri Transportasi Miri Regev termasuk di antara mereka yang terlibat dalam diskusi intensif tersebut.

Regev mengatakan keputusan mengenai penyelidikan tersebut dibuat tanpa sepengetahuan anggota Parlemen, dengan alasan bahwa militer harus sepenuhnya fokus pada pertempuran saat ini.

Diskusi tentang apa yang harus terjadi setelah perang di Gaza telah mengungkapkan perpecahan ideologis yang mendalam di dalam koalisi pemerintah, di mana Ben Gvir dan Smotrich menegaskan kembali keyakinan mereka dalam pertemuan tersebut bahwa warga Palestina di Gaza harus terusir secara permanen dan digantikan dengan pemukim Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Penembakan di Fasilitas...
Penembakan di Fasilitas Remaja, 6 Orang Tewas
Rekomendasi
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
Berita Terkini
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved