Rusia: Barat Ingin Buka Front Perang Melawan Rusia di Kaukasus
Sabtu, 30 Desember 2023 - 20:51 WIB
loading...
Armenia menjadi front perang baru bagi Rusia melawan AS dan sekutunya. Foto/Reuters
A
A
A
MOSKOW - Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Galuzin mengatakan bahwa AS ingin “membuka front kedua melawan Rusia” di Kaukasus Selatan.
Berbicara dalam sebuah wawancara dengan kantor berita negara Rusia RIA, Galuzin mengkritik “campur tangan eksternal” dalam urusan Kaukasus, yang berarti sikap Armenia yang beralih ke Barat mengenai situasi di wilayah Karabakh tempat Azerbaijan memulihkan kedaulatannya pada musim gugur.
Pihak berwenang Armenia menyalahkan Rusia atas "hilangnya" wilayah yang telah diduduki Yerevan selama sekitar 30 tahun, dan mulai mencari dukungan untuk melawan Azerbaijan di Barat.
Dalam hal ini, Galuzin memperingatkan bahwa “bertaruh pada bantuan Barat yang ‘ajaib’ adalah sebuah ilusi dan berbahaya.”
Diplomat tersebut menekankan bahwa mediasi Barat berjalan sesuai dengan skenario yang sama di mana pun – pertama mereka ikut campur, kemudian, ketika situasi menjadi tegang, mereka “kabur, meninggalkan ladang yang hangus.”
“Washington sudah lama tidak merahasiakan fakta bahwa mereka menganggap Kaukasus Selatan sebagai batu loncatan untuk membuka front kedua melawan Rusia,” katanya. Diamenambahkan bahwa aspirasi tersebut “pada dasarnya bertentangan dengan kepentingan sebenarnya dari negara-negara di kawasan.”
Berbicara dalam sebuah wawancara dengan kantor berita negara Rusia RIA, Galuzin mengkritik “campur tangan eksternal” dalam urusan Kaukasus, yang berarti sikap Armenia yang beralih ke Barat mengenai situasi di wilayah Karabakh tempat Azerbaijan memulihkan kedaulatannya pada musim gugur.
Pihak berwenang Armenia menyalahkan Rusia atas "hilangnya" wilayah yang telah diduduki Yerevan selama sekitar 30 tahun, dan mulai mencari dukungan untuk melawan Azerbaijan di Barat.
Dalam hal ini, Galuzin memperingatkan bahwa “bertaruh pada bantuan Barat yang ‘ajaib’ adalah sebuah ilusi dan berbahaya.”
Diplomat tersebut menekankan bahwa mediasi Barat berjalan sesuai dengan skenario yang sama di mana pun – pertama mereka ikut campur, kemudian, ketika situasi menjadi tegang, mereka “kabur, meninggalkan ladang yang hangus.”
“Washington sudah lama tidak merahasiakan fakta bahwa mereka menganggap Kaukasus Selatan sebagai batu loncatan untuk membuka front kedua melawan Rusia,” katanya. Diamenambahkan bahwa aspirasi tersebut “pada dasarnya bertentangan dengan kepentingan sebenarnya dari negara-negara di kawasan.”
Lihat Juga :