Presiden Mesir dan Raja Yordania Sepakat Tolak Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Kamis, 28 Desember 2023 - 08:55 WIB
loading...
Raja Yordania Abdullah II dan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi menolak pengusiran warga Palestina. Foto/Reuters
A
A
A
GAZA - Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi dan Raja Abdullah II dari Yordania mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menentang segala upaya untuk mengakhiri perjuangan Palestina atau menggusur warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat baik secara eksternal maupun internal di dalam wilayah mereka.
“Kedua pemimpin menegaskan penolakan penuh mereka terhadap semua upaya untuk mengakhiri perjuangan Palestina atau menggusur warga Palestina di luar tanah mereka atau menggusur mereka secara internal, menekankan bahwa satu-satunya solusi yang harus didorong oleh komunitas internasional menuju implementasinya adalah gencatan senjata segera dan masuknya Israel ke dalam wilayah Palestina. mulai berlakunya bantuan kemanusiaan,” bunyi pernyataan Kepresidenan Mesir, dilansir CNN.
Para pemimpin bertemu di Istana Al-Ittihadiya pada Rabu (27/12/2023) untuk membahas situasi di Gaza. Mereka juga menyerukan gencatan senjata mendesak untuk memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.
Baca Juga: Takut Mati Dibantai Hamas, Remaja Israel Tolak Wajib Militer dan Pilih Dipenjara 30 Hari
Mereka juga menyerukan “solusi yang adil dan komprehensif” terhadap konflik tersebut, yang menurut mereka harus mencakup pembentukan negara Palestina merdeka sesuai perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
“Kedua pemimpin menegaskan penolakan penuh mereka terhadap semua upaya untuk mengakhiri perjuangan Palestina atau menggusur warga Palestina di luar tanah mereka atau menggusur mereka secara internal, menekankan bahwa satu-satunya solusi yang harus didorong oleh komunitas internasional menuju implementasinya adalah gencatan senjata segera dan masuknya Israel ke dalam wilayah Palestina. mulai berlakunya bantuan kemanusiaan,” bunyi pernyataan Kepresidenan Mesir, dilansir CNN.
Para pemimpin bertemu di Istana Al-Ittihadiya pada Rabu (27/12/2023) untuk membahas situasi di Gaza. Mereka juga menyerukan gencatan senjata mendesak untuk memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.
Baca Juga: Takut Mati Dibantai Hamas, Remaja Israel Tolak Wajib Militer dan Pilih Dipenjara 30 Hari
Mereka juga menyerukan “solusi yang adil dan komprehensif” terhadap konflik tersebut, yang menurut mereka harus mencakup pembentukan negara Palestina merdeka sesuai perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Lihat Juga :