Takut Mati Dibantai Hamas, Remaja Israel Tolak Wajib Militer dan Pilih Dipenjara 30 Hari

Kamis, 28 Desember 2023 - 06:12 WIB
loading...
Takut Mati Dibantai...
Wajib militer menyebabkan banyak remaja Israel mati sia-sia dibantai Hamas. Foto/Reuters
A A A
GAZA - Seorang aktivis Israel berusia 18 tahun telah dijatuhi hukuman 30 hari penjara militer setelah dia menolak untuk mendaftar menjadi tentara Israel di tengah perang Israel-Hamas yang sedang berlangsung.

“Saya percaya bahwa pembantaian tidak dapat menyelesaikan pembantaian,” kata Tal Mitnick sebelum dia masuk ke pangkalan militer Tel HaShomer, menurut sebuah video yang diposting di akun X Mesarvot, sebuah organisasi yang menghubungkan generasi muda Israel yang tidak ingin bertugas di militer negara, dilansir TIME. “Serangan kriminal di Gaza tidak akan menyelesaikan pembantaian keji yang dilakukan Hamas. Kekerasan tidak akan menyelesaikan kekerasan. Dan itulah sebabnya aku menolaknya.”

Sekelompok orang berkumpul dalam solidaritas dengan Mitnick sebelum dia memasuki pangkalan militer di mana dia akan ditangkap pada hari Selasa. Hukuman penjaranya dapat diperpanjang melewati 30 hari pertama jika dia kembali menolak untuk wajib militer.

Keputusan tersebut diambil di tengah masa keputusasaan warga Gaza yang masih menjadi sasaran bom dan serangan pasukan Israel hampir 12 minggu setelah perang dimulai. Lebih dari 20.000 warga Palestina telah terbunuh, menurut angka yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas pada hari Jumat. Laporan PBB juga memperingatkan bahwa lebih dari setengah juta orang di Gaza menderita kelaparan, dan risiko kelaparan meningkat setiap hari.

Baca Juga: 6 Negara yang Menolak Embargo Minyak ke Israel

“Pada tanggal 7 Oktober, masyarakat Israel mengalami trauma yang tidak pernah terjadi dalam sejarah negara tersebut…Setelah serangan teroris, kampanye balas dendam dimulai tidak hanya terhadap Hamas, tetapi terhadap seluruh rakyat Palestina,” kata Mitnick dalam pernyataan yang dibagikan oleh jurnalis The Intercept, Prem Thakker. “Saya menolak untuk percaya bahwa lebih banyak kekerasan akan membawa keamanan, saya menolak untuk mengambil bagian dalam perang balas dendam.

Refusenik, atau orang-orang yang menolak untuk bertugas di militer, bukanlah hal yang umum di Israel, meskipun terdapat pemberitaan mengenai perbedaan pendapat pada tahun-tahun sebelum perang yang sedang berlangsung. Awal tahun ini, ratusan remaja Israel menolak bergabung dengan tentara sebagai cara untuk memprotes rencana pemerintah melakukan perombakan hukum yang menurut mereka akan mengubah negara tersebut menjadi negara yang tidak demokratis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Jumlah WNI yang Diculik...
Jumlah WNI yang Diculik Israel Bertambah Menjadi 7 Orang
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan MoU Damai dengan AS, Iran: Kita Siapkan Semua Skenario
Rekomendasi
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
Demi Foto di Perbatasan...
Demi Foto di Perbatasan Lebanon, 20 Tentara Israel Mati dan Terluka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved