Perang Gaza Memanas, 14 Tentara Israel Tewas Dibantai dalam Sehari

Senin, 25 Desember 2023 - 07:11 WIB
loading...
Perang Gaza Memanas,...
Sebanyak 14 tentara Israel tewas dibantai dalam sehari selama pertempuran akhir pekan melawan Hamas di Gaza, Palestina. Foto/Sky News
A A A
GAZA - Sebanyak 14 tentara Israel tewas dibantai dalam sehari selama pertempuran yang memanas melawan Hamas di Gaza, Palestina. Kerugian besar dalam sehari ini diderita militer Zionis pada akhir pekan lalu.

Menurut militer Israel pada Senin (25/12/2023), kematian 14 tentara itu menambah jumlah personel Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang terbunuh menjadi 152 orang sejak operasi darat dimulai pada 20 Oktober.

Sekitar 480 personel IDF tewas sejak Hamas melancarkan serangannya pada 7 Oktober.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan pada hari Minggu setidaknya 60 warga Palestina tewas menyusul serangan udara Israel yang menghantam kamp pengungsi Maghazi di Gaza tengah.

Baca Juga: Brigade al-Qassam Serang Pasukan dan Kendaraan Israel di Seluruh Jalur Gaza

Mengutip Sky News, kematian yang terjadi pada akhir pekan ini merupakan hari-hari paling berdarah dalam konflik sejauh ini—dan menunjukkan bahwa Hamas masih berkomitmen terhadap perjuangannya seperti ketika konflik tersebut dimulai.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam sebuah pernyataan video pada hari Minggu bahwa perang tersebut menimbulkan kerugian besar."Tapi kami melakukan segalanya untuk melindungi kehidupan para pejuang kami.”

Dia mengatakan pasukan negaranya masuk lebih jauh ke Jalur Gaza dan mereka akan terus berjuang sampai kemenangan total atas Hamas.

IDF merilis rincian lebih lanjut dari operasi untuk membongkar jaringan terowongan Hamas, di mana mayat lima sandera—Warrant Officer Ziv Dado, Sersan Ron Sherman, Kopral Nik Beizer, Eden Zacharia, dan Elia Toledano—ditemukan.

Menurut IDF, banyak anggota Hamas tewas dan ratusan senjata ditemukan di tempat yang dikatakan sebagai markas besar kelompok itu di Gaza utara.

IDF mengatakan jaringan terowongan, yang mencakup dua tingkat, melewati bawah sekolah dan rumah sakit dan terhubung ke sebuah terowongan yang mengarah ke kediaman Komandan Brigade Utara Hamas, Ahmad Andur.

Hamas mengatakan pada hari Sabtu bahwa pihaknya telah kehilangan kontak dengan kelompok yang bertanggung jawab atas lima sandera Israel yang ditawan di Jalur Gaza karena pengeboman Israel.

Hal ini terjadi setelah PBB tidak menyerukan gencatan senjata kemanusiaan pada hari Jumat, dan malah mengeluarkan resolusi untuk meningkatkan bantuan yang akan diangkut ke Gaza.

Amerika Serikat (AS) abstain dalam pemungutan suara tersebut, sebagai sekutu paling kuat Israel. Resolusi tersebut memicu kritik dari Israel dan Hamas.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, 20.424 orang telah terbunuh di Gaza sejak 7 Oktober, termasuk 166 orang pada akhir pekan ini.

Angka-angka dari World Programme baru-baru ini mengungkapkan bahwa seperempat penduduk Gaza menderita kelaparan, dan sebagian besar juga menjadi pengungsi.

Di Israel, 1.200 orang tewas dan 240 orang disandera oleh Hamas dan kelompok militan lainnya. Militer Israel masih berjuang untuk membebaskan 129 tawanan yang tersisa.

Di Betlehem, kehancuran akibat konflik tercermin dalam adegan Natal tradisional di Manger Square, dengan karakter dikelilingi kawat berduri dan puing-puing.

Seorang pejabat PBB mengkritik Israel pada hari Sabtu setelah negara tersebut mengeluarkan perintah evakuasi lainnya, memberitahu orang-orang di Gaza untuk bergerak menuju Deir al Balah, meskipun kota tersebut dilanda serangan minggu ini.

Pasukan Israel mengatakan mereka memperluas serangan mereka di utara dan selatan Gaza, dan pasukannya bertempur di “daerah kompleks” di Khan Younis, kota terbesar kedua di wilayah tersebut, tempat Israel yakin para pemimpin Hamas bersembunyi.

Pengeboman besar-besaran dan tembakan Israel dilaporkan pada Minggu pagi di kota Jabaliya, sebuah wilayah di utara Kota Gaza yang sebelumnya diklaim Israel kendalikan.

Sementara itu, IDF mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka menanggapi banyak serangan ke arah Keren Naftali, Israel utara.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Biaya Pernikahan Jennifer...
Biaya Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner Tembus Rp6 Miliar
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Berita Terkini
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved