Kejahatan Israel di Gaza Lebih Keji Dibandingkan ISIS, Berikut Buktinya
Senin, 18 Desember 2023 - 06:39 WIB
loading...
Aksi tentara Israel lebih keji dan kejam dibandingkan ISIS. Foto/Reuters
A
A
A
GAZA - Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian mengatakan pada Minggu (17/12/2023) bahwa Israel melakukan kejahatan yang lebih keji daripada yang dilakukan ISIS.
Amirabdollahian mengatakan bahwa Israel harus membayar kompensasi atas tindakan yang dianggapnya kriminal.
“Hamas tidak hancur setelah 70 hari; Perlawanan tidak dilucuti; Tahanan militer Zionis tidak dibebaskan melalui perang; Rencana evakuasi paksa warga Gaza tidak berhasil,” kata Amirabdollahian mengutip kantor berita Iran, IRNA.
Setelah menyebutkan hal-hal tersebut, Amirabdollahian menyatakan, “Palestina sekarang adalah pemenang pasti dalam bidang yang tidak setara ini.”
Menambah tuduhan tersebut, Amirabdollahian mengklaim bahwa kejahatan perang secara khusus dilakukan terhadap perempuan dan anak-anak Palestina di Gaza.
Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas mengklaim bahwa pasukan Israel telah membunuh hampir 19.000 warga Palestina di Jalur Gaza sejak 7 Oktober.
Baca Juga: 7 Polemik PM Benjamin Netanyahu yang Menyebabkan Kekuatan Politiknya Terus Melemah
Amirabdollahian mengatakan bahwa Israel harus membayar kompensasi atas tindakan yang dianggapnya kriminal.
“Hamas tidak hancur setelah 70 hari; Perlawanan tidak dilucuti; Tahanan militer Zionis tidak dibebaskan melalui perang; Rencana evakuasi paksa warga Gaza tidak berhasil,” kata Amirabdollahian mengutip kantor berita Iran, IRNA.
Setelah menyebutkan hal-hal tersebut, Amirabdollahian menyatakan, “Palestina sekarang adalah pemenang pasti dalam bidang yang tidak setara ini.”
Menambah tuduhan tersebut, Amirabdollahian mengklaim bahwa kejahatan perang secara khusus dilakukan terhadap perempuan dan anak-anak Palestina di Gaza.
Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas mengklaim bahwa pasukan Israel telah membunuh hampir 19.000 warga Palestina di Jalur Gaza sejak 7 Oktober.
Baca Juga: 7 Polemik PM Benjamin Netanyahu yang Menyebabkan Kekuatan Politiknya Terus Melemah
Lihat Juga :