Mengapa Penghentian Operasi Pelayaran di Laut Merah Mengganggu Perdagangan Global?
Sabtu, 16 Desember 2023 - 16:50 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan Terusan Suez dan Pipa Sumed terletak di Mesir dan menghubungkan Laut Merah dengan Laut Mediterania. Sumed mengangkut minyak mentah ke utara melalui Mesir dan memiliki kapasitas 2,5 juta barel per hari, kata EIA.
Meskipun tren aliran minyak melalui Bab Al Mandeb mirip dengan Terusan Suez, lebih banyak minyak yang keluar dari Laut Merah dibandingkan yang masuk melalui titik-titik sempit tersebut.
Pengiriman LNG melalui Bab Al Mandeb telah menyamai pengiriman di Terusan Suez selama beberapa tahun terakhir karena sedikitnya LNG yang ada diterminal impor di Laut Merah sudah lebih sedikit digunakan, katanya.
Baca Juga: AS Ikut Buru Pemimpin Hamas Yahya Sinwar
Selain minyak, produk makanan, seperti minyak sawit dan biji-bijian, dan hampir semua barang yang dikirim melewati rute ini, dan gangguan apa pun dapat berdampak signifikan pada pasar dan pasokan komoditas.
Biaya pengiriman melonjak. Operator kapal Israel, khususnya, harus menghadapi biaya yang 250 persen lebih tinggi, dan beberapa perusahaan asuransi menolak menanggungnya, demikian yang dilaporkan Associated Press.
“Masalah ini tidak dapat diatasi hanya oleh industri pelayaran global, dan kami mendesak masyarakat internasional untuk bersatu mencari penyelesaian cepat guna mengendalikan situasi,” kata Maersk.
Meskipun tren aliran minyak melalui Bab Al Mandeb mirip dengan Terusan Suez, lebih banyak minyak yang keluar dari Laut Merah dibandingkan yang masuk melalui titik-titik sempit tersebut.
Pengiriman LNG melalui Bab Al Mandeb telah menyamai pengiriman di Terusan Suez selama beberapa tahun terakhir karena sedikitnya LNG yang ada diterminal impor di Laut Merah sudah lebih sedikit digunakan, katanya.
Baca Juga: AS Ikut Buru Pemimpin Hamas Yahya Sinwar
Selain minyak, produk makanan, seperti minyak sawit dan biji-bijian, dan hampir semua barang yang dikirim melewati rute ini, dan gangguan apa pun dapat berdampak signifikan pada pasar dan pasokan komoditas.
Biaya pengiriman melonjak. Operator kapal Israel, khususnya, harus menghadapi biaya yang 250 persen lebih tinggi, dan beberapa perusahaan asuransi menolak menanggungnya, demikian yang dilaporkan Associated Press.
“Masalah ini tidak dapat diatasi hanya oleh industri pelayaran global, dan kami mendesak masyarakat internasional untuk bersatu mencari penyelesaian cepat guna mengendalikan situasi,” kata Maersk.
(ahm)
Lihat Juga :