Sosok Fumio Kishida, Perdana Menteri Jepang yang Kabinetnya Diterpa Skandal
Jum'at, 15 Desember 2023 - 14:36 WIB
loading...
A
A
A
Pada 1963, Kishida pindah ke New York, Amerika Serikat, karena ayahnya pindah tugas. Setelah menghabiskan beberapa waktu di Amerika Serikat, dia pulang ke Jepang pada 1973.
Menamatkan SMA Kaisei, Kishida masuk Fakultas Hukum Universitas Waseda pada 1978. Lulus kuliah, dia sempat bekerja di perbankan pada 1982.
Setelah mengarungi dunia perbankan selama beberapa waktu, Kishida mengikuti jejak keluarganya ke politik. Pada 1993, dia mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat untuk distrik Hiroshima.
Menariknya, pencalonan pertamanya itu berhasil dimenangkan. Seiring waktu, kariernya politiknya menanjak cemerlang.
Pada 2007, Kishida dipercaya masuk kabinet pemerintahan. Dia menjadi Menteri Negara untuk Misi Khusus (Minister of State for Special Missions).
Setahun berselang, Kishida beralih menjadi Menteri Urusan Konsumen (Minister for Consumer Affairs). Kegemilangannya berlanjut ketika mendapat tugas baru sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang.
Menamatkan SMA Kaisei, Kishida masuk Fakultas Hukum Universitas Waseda pada 1978. Lulus kuliah, dia sempat bekerja di perbankan pada 1982.
Setelah mengarungi dunia perbankan selama beberapa waktu, Kishida mengikuti jejak keluarganya ke politik. Pada 1993, dia mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat untuk distrik Hiroshima.
Menariknya, pencalonan pertamanya itu berhasil dimenangkan. Seiring waktu, kariernya politiknya menanjak cemerlang.
Pada 2007, Kishida dipercaya masuk kabinet pemerintahan. Dia menjadi Menteri Negara untuk Misi Khusus (Minister of State for Special Missions).
Setahun berselang, Kishida beralih menjadi Menteri Urusan Konsumen (Minister for Consumer Affairs). Kegemilangannya berlanjut ketika mendapat tugas baru sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang.
Lihat Juga :