Sosok Jaksa ICC Karim Khan, Pengacara yang Mengaku Muslim tapi Selalu Gagalkan Palestina
Kamis, 14 Desember 2023 - 14:44 WIB
loading...
A
A
A
Karim Khan juga menggunakan ingatan tentang pria yang dia sebut “kakek angkatnya”, Muhammad Zafarullah Khan, yang merupakan menteri luar negeri pertama Pakistan dan memberikan pidato paling keras menentang resolusi pembagian PBB 181 (yang bertanggung jawab atas pembentukan Israel pada tahun 1948) di PBB pada tahun 1947.
Karim Khan memutuskan untuk melakukan pendekatan kepada warga Palestina dalam upaya untuk mengingatkan mereka akan silsilahnya, selama kampanyenya, dalam upaya untuk meyakinkan mereka bahwa dia akan bertindak berdasarkan prinsip ketika terpilih.
Anggota keluarga jaksa terkemuka lainnya adalah saudaranya, Imran Ahmad Khan, yang menjabat sebagai Anggota Parlemen Inggris antara tahun 2019 hingga 2022.
Dia tetap menjadi Anggota Parlemen untuk Partai Konservatif Inggris, sebelum dikeluarkan dari partai tersebut dan mengundurkan diri sebagai pejabat terpilih, menyusul hukumannya karena melakukan pelecehan seksual terhadap seorang anak laki-laki berusia 15 tahun.
Karim Khan mengeklaim, tanpa bukti, bahwa setelah serangan yang dipimpin Hamas pada tanggal 7 Oktober, bahwa dia tidak diberi izin untuk mengunjungi Jalur Gaza, dan menempatkan dirinya di depan kamera di Kairo, Mesir, untuk menyampaikan kecaman panjang atas serangan terhadap Israel.
Sebaliknya, dia menahan diri untuk tidak menuduh Israel melakukan kejahatan perang dan kemudian terungkap bahwa dia melakukan perjalanan ke Palestina-Israel, atas permintaan keluarga Israel yang terkena dampak serangan 7 Oktober.
Awalnya, dia secara tidak jujur menyatakan bahwa kunjungannya “bukan bersifat investigasi”, kemudian dengan cepat mengatur perjalanan ke Ramallah yang diduduki Israel, di Tepi Barat, untuk bertemu dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas.
Namun, organisasi hak asasi manusia Palestina menolak untuk bertemu dengannya, dan malah secara terbuka mengecam kunjungannya.
Karim Khan memutuskan untuk melakukan pendekatan kepada warga Palestina dalam upaya untuk mengingatkan mereka akan silsilahnya, selama kampanyenya, dalam upaya untuk meyakinkan mereka bahwa dia akan bertindak berdasarkan prinsip ketika terpilih.
Anggota keluarga jaksa terkemuka lainnya adalah saudaranya, Imran Ahmad Khan, yang menjabat sebagai Anggota Parlemen Inggris antara tahun 2019 hingga 2022.
Dia tetap menjadi Anggota Parlemen untuk Partai Konservatif Inggris, sebelum dikeluarkan dari partai tersebut dan mengundurkan diri sebagai pejabat terpilih, menyusul hukumannya karena melakukan pelecehan seksual terhadap seorang anak laki-laki berusia 15 tahun.
Kunjungan ke Israel
Karim Khan mengeklaim, tanpa bukti, bahwa setelah serangan yang dipimpin Hamas pada tanggal 7 Oktober, bahwa dia tidak diberi izin untuk mengunjungi Jalur Gaza, dan menempatkan dirinya di depan kamera di Kairo, Mesir, untuk menyampaikan kecaman panjang atas serangan terhadap Israel.
Sebaliknya, dia menahan diri untuk tidak menuduh Israel melakukan kejahatan perang dan kemudian terungkap bahwa dia melakukan perjalanan ke Palestina-Israel, atas permintaan keluarga Israel yang terkena dampak serangan 7 Oktober.
Awalnya, dia secara tidak jujur menyatakan bahwa kunjungannya “bukan bersifat investigasi”, kemudian dengan cepat mengatur perjalanan ke Ramallah yang diduduki Israel, di Tepi Barat, untuk bertemu dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas.
Namun, organisasi hak asasi manusia Palestina menolak untuk bertemu dengannya, dan malah secara terbuka mengecam kunjungannya.
(mas)
Lihat Juga :