Pemerintah AS Tutup, Gedung Putih: Senator Demokrat Pecundang!

Sabtu, 20 Januari 2018 - 13:14 WIB
Pemerintah AS Tutup,...
Pemerintah AS Tutup, Gedung Putih: Senator Demokrat Pecundang!
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) akhirnya mengalami shutdown atau tutup pada Sabtu (20/1/2018) setelah Senator Demokrat mencapai kesepakatan dengan Presiden Donald Trump terkait perpanjangan pendanaan hingga 16 Februari. Gedung Putih menyalahkan Partai Demokrat dengan menyebut senatornya sebagai pecundang.

Penghentian perpanjangan pendanaan untuk banyak agen federal memaksa ratusan ribu staf mengambil cuti. Taman nasional dan monumen juga akan ditutup untuk umum. Namun, layanan esensial tetap akan dijalankan.

Kubu Partai Demokrat AS menolak menyepakati perpanjangan pendanaan karena mempersoalkan kebijakan imigrasi pemerintah Trump.

“Mereka pecundang penghalang, bukan legislator,” kecam Gedung Putih dalam sebuah pernyataan mengacu pada senator Demokrat.

”Kami tidak akan menegosiasikan status imigran yang melanggar hukum sementara Demokrat menyandera warga negara kita atas tuntutan sembrono mereka,” lanjut Gedung Putih.

Baca: Gedung Putih Bersiap untuk Ditutup

UU Pendanaan gagal mendapatkan 60 suara legislator yang dibutuhkan untuk menghindari shutdown.

Mengomentari prospek negosiasi dengan partai Demokrat, Gedung Putih menyatakan bahwa pembicaraan mengenai reformasi imigrasi akan dimulai ketika Demokrat mulai membayar angkatan bersenjata AS.

Pemimpin Senat dari Partai Republik AS Mitch McConnell juga menyalahkan partai rivalnya itu. Menurutnya, pemerintah siap untuk berbicara dengan kubu Demokrat mengenai pemecahan kebuntuan pendanaan.

Kongres AS saat ini sejatinya didominasi kubu Partai Republik. Namun, suara partai pendukung Trump itu tidak cukup untuk meloloskan sebuah UU tanpa dukungan para senator Partai Demokrat.

Baca juga: Jika Shutdown, Operasi Militer AS di Seluruh Dunia Ngadat

Senat AS terbelah hampir secara merata terkait perpanjangan pendanaan untuk pemerintah federal AS. Sebanyak 48 senator menentang. Setidaknya butuh 60 suara senator untuk membatasi perdebatan dari kebuntuan masalah perpanjangan penadanaan ini.

Sebelum pemungutan suara, Trump men-tweet kalimat;” Tidak terlihat baik”. Dia menuduh kubu Demokrat menginginkan penutupan pemerintah AS.

Kubu Demokrat, yang ingin mencapai kesepakatan mengenai program DACA untuk melindungi anak-anak imigran yang mereka sebut “pemimpi”, yang telah dibawa ke AS.

Pejabat senior pemerintah sebelumnya mengatakan bahwa lebih dari 1 juta personel militer AS akan terus melayani tanpa bayaran. Presiden AS Donald Trump juga akan dapat melakukan perjalanan untuk tujuan diplomatik dan dinas keamanan federal akan tetap buka.

Shutdown pernah dialami pemerintahan Presiden Barack Obama selama lebih dari dua minggu pada bulan Oktober 2013. Kantor Manajemen dan Anggaran saat itu memperkirakan bahwa sekitar 850.000 karyawan pemerintah AS dibebastugaskan setiap hari di puncak shutdown.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
59 menit yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
1 jam yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
2 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
3 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
3 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved