alexametrics

Sebut Taiwan dan Tibet Negara, Delta Air Lines Minta Maaf

loading...
Sebut Taiwan dan Tibet Negara, Delta Air Lines Minta Maaf
Maskapai Delta Air Lines meminta maaf kepada China karena mencantumkan Taiwan dan Tibet sebagai negara. Foto/Istimewa
A+ A-
SHANGHAI - Maskapai penerbangan Delta Air Lines meminta maaf dan mengatakan bahwa pihaknya mengakui melakukan kesalahan serius setelah dikritik oleh regulator penerbangan China. Pasalnya, Delta Air Lines mencantumkan Taiwan dan Tibet sebagai negara di situsnya.

Administrasi Penerbangan Sipil China pada hari sebelumnya membukukan sebuah pernyataan di situsnya yang menuntut maskapai Amerika Serikat (AS) itu untuk mengeluarkan permintaan maaf "segera dan publik" serta menyelidiki bagaimana masalah tersebut terjadi.

"Delta menyadari keseriusan masalah ini dan kami segera mengambil langkah untuk mengatasinya," kata perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan seperti disitir dari Reuters, Jumat (12/1/2018).

"Itu adalah kesalahan yang tidak disengaja tanpa maksud bisnis atau politik, dan kami mohon maaf atas kesalahannya. Sebagai salah satu pasar terpenting kami, kami berkomitmen penuh terhadap China dan pelanggan China kami," demikian pernyataan pihak Delta Air Lines.

China selama ini menganggap dua wilayah itu adalah bagian dari negaranya. Tibet adalah salah satu daerah otonom selain Hong Kong dan Macau. Sedangkan Taiwan menganggap dirinya sebagai negara yang berdaulat.

Namun, Beijing tidak pernah mengakui Taiwan sebagai negara dan menganggapnya sebagai provinsinya yang membangkang.

Diberitakan sebelumnya, kasus hampir sama juga menimpa jaringan hotel Marriott di Shanghai. Marriot menyebut Hong Kong, Taiwan dan Tibet sebagai negara. Penyebutan itu muncul dalam kuesioner hotel untuk para pelanggan.

Terang saja survei itu memicu kemarahan dari netizen atau warganet China. Mereka menyerukan agar jaringan hotel internasional itu diboikot. Pihak Marriot pun meminta maaf atas kesalahan tersebut.

Baca juga:
Marriott Sebut Hong Kong, Taiwan dan Tibet Negara, China Marah
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak