Apakah Rusia Mempersenjatai Hamas? Ini Penjelasannya

Kamis, 07 Desember 2023 - 01:03 WIB
loading...
A A A
Pada 26 Oktober, Rusia menjadi tuan rumah bagi para pemimpin Hamas, sebuah tindakan menantang terhadap Barat yang kemungkinan besar bertujuan untuk menunjukkan kekuatan diplomatiknya.

Israel mengecam pertemuan di Moskow sebagai hal yang “tercela”.

Beberapa hari sebelumnya, Hamas mengucapkan terima kasih kepada Putin atas dukungan diplomatiknya. Pemimpin Rusia itu membutuhkan waktu berhari-hari untuk mengutuk serangan Hamas, dan dalam komentar pertamanya mengenai krisis tersebut, ia menyalahkan “kegagalan kebijakan Amerika Serikat di Timur Tengah”.

“[Kami] menghargai posisi Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai agresi Zionis yang sedang berlangsung terhadap rakyat kami dan penolakannya terhadap pengepungan Gaza, pemotongan pasokan bantuan, dan penargetan warga sipil yang aman di sana,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan pada 15 Oktober.

Hubungan Rusia dengan Hamas dan Israel


Hubungan Rusia saat ini dengan Israel dan Hamas sudah ada sejak puluhan tahun atau era Soviet.

Pemimpin Soviet Joseph Stalin menyambut baik berdirinya Israel pada tahun 1948, dengan harapan negara itu akan menjadi negara sosialis pro-Moskow.

Namun setelah Israel bersekutu dengan Barat, Soviet mulai menjalin hubungan dengan para pemimpin Palestina–dan melatih ratusan pejuang di sekolah-sekolah KGB.

Ribuan warga Palestina lainnya belajar di universitas-universitas di seluruh Uni Soviet, dari Tallinn hingga Tashkent–dan salah satunya adalah Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas.

Dia menulis disertasi PhD berjudul “Wajah Tersembunyi: Hubungan antara Zionisme dan Nazisme” di Moskow pada tahun 1982 di bawah bimbingan Yevgeny Primakov, seorang Arabis dan kemudian menjadi direktur Institut Studi Oriental di Akademi Ilmu Pengetahuan Uni Soviet.

Primakov, seorang mata-mata, kemudian menjadi menteri luar negeri Rusia pasca-Soviet dan kemudian menjadi perdana menteri pada tahun 1990-an.

Pada tahun 1967, Kremlin menyebut Israel sebagai “penghasut perang Zionis” dan memutuskan hubungan diplomatik karena perang Arab-Israel.

Namun setelah jutaan orang Yahudi pasca-Soviet pindah ke Israel, Israel mulai menjalin hubungan lebih dekat dengan Moskow.

Menurut pakar Chatham House, Nikolay Kozhanov dan James Nixey, “perang Hamas-Israel kemungkinan besar berarti akhir dari kebijakan Rusia yang telah berlangsung selama puluhan tahun untuk menyeimbangkan antar pemain di Timur Tengah”.

Dalam sebuah artikel baru-baru ini, mereka menulis bahwa mengingat sambutan Rusia terhadap delegasi Hamas di Moskow pada bulan Oktober, penolakan Rusia untuk mengutuk serangan awal Hamas, dan aliansi eratnya dengan Iran, “Tel Aviv tidak lagi menganggap Rusia sebagai sekutu dan mungkin akan menolaknya sebagai mediator.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Israel Ternyata Ditolong...
Israel Ternyata Ditolong AS saat Dihujani Rudal Iran
Israel Pecat Wakil Bos...
Israel Pecat Wakil Bos Mossad setelah Gagal Operasi Runtuhkan Rezim Iran
Balas Dendam Israel!...
Balas Dendam Israel! Iran Dibombardir Rudal Balistik Pasca Ketegangan
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Anda Akan Sendirian jika Terus Serang Iran
Nah, AS Tiba-Tiba Cabut...
Nah, AS Tiba-Tiba Cabut Jatah Kuota Tiket untuk Suporter Iran di Piala Dunia
Rekomendasi
PMGO 2026 Cetak Rekor...
PMGO 2026 Cetak Rekor Guinness, Lebih dari 1,2 Juta Pendaftar Turnamen
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Berita Terkini
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved