Senator Sanders Menentang Bantuan Militer AS untuk Israel Rp157 Triliun

Rabu, 06 Desember 2023 - 14:01 WIB
loading...
Senator Sanders Menentang...
Senator Amerika Serikat (AS) Bernie Sanders. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Senator Amerika Serikat (AS) Bernie Sanders mendesak rekan-rekannya dari Partai Demokrat mencabut lebih dari USD10,1 miliar (Rp157 triliun) bantuan militer ke Israel dari rancangan anggaran belanja negara yang akan datang.

Dia beralasan dana tersebut akan membuat Washington terlibat dalam perang “tidak bermoral” Israel di Gaza.

Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer mengumumkan pada Senin bahwa dia akan melakukan pemungutan suara terhadap rancangan undang-undang pengeluaran sebesar USD106 miliar pada hari Rabu.

Atas permintaan Presiden AS Joe Biden, RUU tersebut mencakup USD10,1 miliar bantuan militer langsung ke Israel, lebih dari USD61 miliar untuk Ukraina, dan USD13,6 untuk perlindungan perbatasan di dalam negeri.

“Saya tidak percaya kita harus mengalokasikan lebih dari USD10 miliar untuk pemerintahan Netanyahu yang ekstremis sayap kanan untuk melanjutkan pendekatan militernya saat ini,” tegas Sanders dalam pidatonya di Senat pada Senin, mengacu pada Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu yang pasukannya telah membunuh lebih dari 16.000 warga Palestina di Gaza.

“Apa yang dilakukan pemerintahan Netanyahu tidak bermoral, melanggar hukum internasional, dan Amerika Serikat tidak boleh terlibat dalam tindakan tersebut,” ungkap Sanders.

Baca juga: Pakar: Washington adalah Wilayah yang Dikuasai Zionis

Pasukan Israel mulai membombardir Gaza pada awal Oktober, sebagai tanggapan atas serangan mendadak terhadap negara Yahudi tersebut oleh Hamas.

Tank dan pasukan Israel dikirim ke Gaza tiga pekan kemudian, dan ketika pertempuran kembali berkobar setelah gencatan senjata selama sepekan pada akhir November, lebih dari 16.000 warga Palestina telah terbunuh, menurut angka terbaru dari Kementerian Kesehatan Gaza.

Lebih dari 7.000 orang yang tewas adalah anak-anak, menurut kementerian itu pada Selasa.

Serangan Hamas terhadap Israel menyebabkan sekitar 1.200 orang tewas dan sekitar 240 orang disandera.

Sanders yang juga seorang Yahudi, menolak bergabung dengan beberapa rekannya yang progresif dalam menuntut gencatan senjata bulan lalu.

Dia juga mendukung pemberian sejumlah bantuan militer kepada Israel, dengan mengatakan pada Senin bahwa, “Pantas bagi kita untuk mendukung sistem pertahanan yang akan melindungi warga Israel dari serangan rudal dan roket.”

“Namun, pendekatan sembarangan Israel terhadap perang tersebut, dalam pandangan saya, menyinggung sebagian besar orang Amerika,” tegas dia.

Sanders tidak mengatakan dengan pasti apakah dia akan memberikan suara menentang seluruh paket senilai USD106 miliar.

Jika Sanders dan setiap anggota Senat dari Partai Republik memberikan suara menentang RUU tersebut, Partai Demokrat masih dapat meloloskannya dengan memanfaatkan suara yang sama dari Wakil Presiden Kamala Harris.

Namun, RUU tersebut akan mendapat tentangan yang lebih keras di Dewan Perwakilan Rakyat yang dikuasai Partai Republik.

Ketika semakin banyak kelompok konservatif yang menentang bantuan lebih lanjut ke Ukraina dan menuntut diakhirinya kebijakan perbatasan Biden yang longgar, Ketua DPR Mike Johnson mengatakan kepada Direktur Manajemen dan Anggaran Shalanda Young pada Senin bahwa, “Pendanaan tambahan untuk Ukraina bergantung pada pemberlakuan perubahan transformatif pada undang-undang keamanan perbatasan negara kita, dan pada Gedung Putih yang memberikan tujuan yang jelas dan dapat dicapai untuk konflik di Ukraina.”

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Wow, Putin Ngobrol dengan...
Wow, Putin Ngobrol dengan Presiden Belarusia Lukashenko 24 Jam Lebih
Rekomendasi
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
AI Analytics-Trade Flow...
AI Analytics-Trade Flow Siapkan Keputusan Investasi buat Pemula
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved