Tekad Xi Jinping Jadikan China Kekuatan Dunia Terhambat Isu Internal PLA

Rabu, 06 Desember 2023 - 12:15 WIB
loading...
A A A
Mereka juga ditugaskan bertransformasi menjadi kekuatan ekspedisi yang konsisten dengan ambisi global China. Peran-peran baru ini memerlukan perubahan pola pikir militer dan pemikiran politik. Ini rumit untuk PLA yang tidak berpengalaman.

Lebih jauh lagi, kepemimpinan China ragu-ragu untuk melibatkan PLA dalam konflik aktif. PLA bahkan tidak bisa menjaga aset Belt and Road Initiative di luar negeri. Tampaknya China juga tidak berencana untuk bersikap defensif dalam pendekatan militernya.

Dalam Kongres ke-20 Partai Komunis China pada Oktober 2022, Xi Jinping menekankan perlunya kemampuan militer "untuk membentuk postur keamanan kita, mencegah dan mengelola krisis dan konflik, serta memenangkan perang lokal."

Namun, lima tahun sebelumnya, pada Kongres ke-19 Partai Komunis China, "perang lokal" telah hilang dari pidatonya, yang menunjukkan orientasi militer ke luar. Kembalinya Xi ke "perang lokal" dapat diartikan bahwa itulah kenyataan yang dihadapi China.

Oleh karena itu, definisi peran PLA juga tampaknya berubah. PLA yang tidak berpengalaman ditugaskan untuk mengambil peran ambigu. Kekuatan seperti itu tidak bisa menjadi sesuatu yang berdampak besar di dunia.

Organisasi Baru


Karena ekspansi dan peran barunya, PLA telah melahirkan organisasi-organisasi baru. Organisasi-organisasi baru ini terdengar mengancam di atas kertas. Namun, organisasi baru memerlukan waktu untuk menjadi matang. Pertanyaan utamanya adalah: Apakah organisasi-organisasi baru ini sesuai dengan peran baru yang diharapkan untuk PLA?

Dalam situasi di mana definisi peran masih kabur, organisasi juga harus terus berubah dan berkembang. Ambiguitas ini terlihat jelas dalam sistem komando teater PLA.

Komando teater China terutama dimaksudkan untuk pertahanan benua atau, paling banter, untuk melindungi aset lepas pantai dalam jangkauan benua. China kekurangan organisasi yang dimaksudkan untuk keamanan aset luar negeri atau tugas ekspedisi mereka.

Ketika organisasi-organisasi baru ini muncul, mereka akan melalui siklus pertumbuhannya. Hal terpenting, semua organisasi yang ada belum teruji. Organisasi baru juga akan bertambah untuk menyesuaikan peran-peran ini seiring ditetapkannya peran baru. Keadaan yang berubah-ubah ini sepertinya tidak bisa dihindari.

Medan Perang Baru


Taktik zona abu-abu dan “Salami Slicing” mungkin berhasil di Selat Taiwan dan Laut China Selatan. Tapi di luar itu, PLA harus menghadapi situasi operasional baru di medan perang baru yang belum ditentukan.

Untuk menjadi negara adidaya, China harus siap melawan musuh konvensional dan hibrida di medan perang tersebut. PLA terakhir kali melakukan pertempuran yang layak pada tahun 1979 melawan Vietnam.

Obsesi China saat ini adalah Taiwan. Perjuangan untuk Taiwan sepenuhnya bersifat amfibi, di mana PLA tidak memiliki pengalaman atau tradisi apa pun. Lebih jauh lagi, ketika PLA memutuskan untuk melakukan ekspedisi, mereka harus melakukan pertempuran di masa depan di lokasi yang jauh dan belum diketahui.

Perang Konvensional di Era Modern


Sampai saat ini, kemampuan sebenarnya dari PLA belum dapat dinilai secara menyeluruh karena terbatasnya paparan militer China terhadap dunia luar.

Selain itu, PLA telah melakukan semacam sandiwara melalui operasi informasi dan propaganda bahwa dominasi teknologi adalah bagian dari kekuatan nasional komprehensif China yang dapat berjaya dalam pertempuran.

Sebagian orang di seluruh dunia menganggap hari-hari perang konvensional yang berdarah sudah lama berlalu. Mereka, termasuk di India, meyakini bahwa China dapat menang dalam perang tanpa perlu berperang karena memiliki teknologi tinggi.

Namun, konflik Rusia-Ukraina dan perang Israel-Hamas telah membuktikan bahwa perang kinetik berdarah tetap berlangsung di era modern, dan teknologi tinggi mempunyai keterbatasan yang parah. Selain itu, dengan meningkatnya keterpaparan PLA sebagai bagian dari pasukan PBB, konferensi/pertemuan internasional, dan tindakan di darat/laut, terdapat banyak kejelasan yang muncul mengenai kemampuan sebenarnya dari PLA.

Tidak diragukan lagi, PLA tetap merupakan kekuatan tangguh dan sedang dipersiapkan serta dibina untuk memainkan peran besar dunia. Namun, masih ada keraguan apakah PLA dapat memenuhi tujuan yang diharapkan, karena tidak ada kekuatan yang dapat berhasil dengan tentara, pemimpin, dan peralatan baru yang didasarkan pada peran dan organisasi baru di medan perang baru.

Menurut Shankar, “Enam Ketidakmampuan Baru” PLA ini kemungkinan besar akan bertahan untuk jangka waktu lama.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Trump Tuduh China Akses...
Trump Tuduh China Akses Ilegal Data Pemilih AS
Parlemen Israel Bubar,...
Parlemen Israel Bubar, Nasib Netanyahu Tak Jelas
Rekomendasi
Partai Perindo Hadiri...
Partai Perindo Hadiri Milad PBB, Dukung Konsolidasi Politik untuk Stabilitas Nasional
Top Skor Piala Dunia...
Top Skor Piala Dunia 2026: Mampukah Messi Goyang Dominasi Eropa?
Jelang Final Piala Dunia...
Jelang Final Piala Dunia 2026, Spanyol Waspadai Permainan Keras Argentina
Berita Terkini
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved