Rusia dan Iran Ejek Hadiah Tangkap Peratas Pengacau Pilpres AS

Sabtu, 08 Agustus 2020 - 00:55 WIB
loading...
A A A
Sadra Momeni, seorang pengembang yang bekerja di kota Qom di Iran, membandingkan teks tersebut dengan selebaran propaganda yang dibuang dari bagian belakang pesawat. Dia mengatakan awalnya dia mengira pesan itu adalah penipuan; hanya ketika dia membuka tautan itulah dia menyadari bahwa Amerika Serikat benar-benar meminta informasi tentang peretasan pemilu melalui pesan teks.

"Saya hanya tertawa," katanya.

Orang Rusia yang menerima pesan tersebut melaporkan reaksi serupa di media sosial. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova bercanda di Facebook bahwa situs web Departemen Luar Negeri AS akan kewalahan oleh kecaman.

Unsur-unsur pemerintah Amerika telah mengambil tindakan yang semakin agresif terhadap aktor yang didukung negara lain yang dicurigai mencoba mengganggu pemilihan umum AS. Menjelang pemilihan kongres paruh waktu 2018, misalnya, pasukan AS dilaporkan oleh The Washington Post telah melancarkan serangan siber terhadap propagandis digital Rusia dalam upaya untuk mencegah mereka ikut campur - sebuah operasi yang garis besarnya kemudian dikonfirmasi oleh Presiden Donald Trump. (Baca: Pakar: Korut Mungkin Lancarkan Serangan Cyber saat Pilpres AS )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Tuduh AS Bermain...
Iran Tuduh AS Bermain Politik Jelang Piala Dunia 2026, Sejumlah Pejabat Tim Belum Kantongi Visa
Mantan PM Thailand Thaksin...
Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra Bebas dari Penjara Setelah Mendapat Pengampunan Kerajaan
Sultan Brunei Rombak...
Sultan Brunei Rombak Kabinet, Angkat Putranya Pangeran Abdul Mateen Jadi Menlu
Rekomendasi
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Berita Terkini
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved