Erdogan Juluki Netanyahu Jagal Gaza usai Mencap Israel Negara Teroris

Rabu, 29 November 2023 - 19:18 WIB
loading...
Erdogan Juluki Netanyahu...
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menjuluki Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai jagal Gaza atas pembantaian warga sipil Palestina di Gaza. Foto/REUTERS
A A A
ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Rabu (29/11/2023) menjuluki Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai "jagal Gaza" dan menuduhnya menyebarkan anti-Semitisme di seluruh dunia.

Julukan sebagai penghinaan ini disampaikan setelah sebelumnya pemimpin Turki tersebut mencap Israel sebagai negara teroris karena melakukan pembantaian terhadap anak-anak di Gaza, Palestina.

Erdogan telah berulang kali mengecam Israel atas besarnya kematian dan kehancuran yang disebabkan oleh respons Israel terhadap serangan Hamas pada 7 Oktober.

Baca Juga: Efek Serangan Hamas ke Israel 7 Oktober, Anak-anak Muda AS Tertarik Pelajari Al-Qur'an

Dia telah menolak melabeli Hamas sebagai kelompok teroris sebagaimana dilakukan Israel, Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat lainnya. Erdogan justru menyebut Hamas sebagai “kelompok pembebasan".

“Netanyahu telah mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai jagal Gaza,” kata Erdogan dalam pidatonya di hadapan anggota Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) berkuasa di Parlemen Turki.

“Netanyahu membahayakan keamanan semua orang Yahudi di dunia dengan mendukung anti-Semitisme melalui pembunuhan yang dia lakukan di Gaza," lanjut Erdogan, seperti dikutip AFP.

Retorika tajam Erdogan bisa mengancam hubungan Turki yang sedang berkembang dengan Israel.

Kedua belah pihak tahun lalu menunjuk kembali duta besar masing-masing setelah hubungan kedua negara retak selama satu dekade.

Kedua pihak juga berdiskusi untuk mengembangkan hubungan dagang yang lebih erat dan mengerjakan proyek energi baru yang dapat membantu membangun kepercayaan jangka panjang.

Namun, perang Gaza mendorong Israel untuk menarik kembali semua staf diplomatik dari Turki dan negara-negara regional lainnya sebagai tindakan pencegahan keamanan.

Turki juga telah menarik diplomatnya di Tel Aviv sebagai protes atas pendekatan Israel.

Para mediator pada Rabu mencoba untuk memperpanjang gencatan senjata Israel-Hamas yang telah memungkinkan 60 sandera Israel dan 180 tahanan Palestina dibebaskan sejak pekan lalu.

Erdogan mengatakan pemerintah Netanyahu mempersulit upaya tersebut dengan terus membahas rencana untuk memberantas Hamas.

“Pernyataan yang dibuat oleh pemerintahan Netanyahu menghilangkan harapan kami agar jeda kemanusiaan diubah menjadi gencatan senjata yang langgeng,” kata Erdogan.

Perjanjian gencatan senjata tersebut telah menghentikan sementara pertempuran yang dimulai ketika Hamas menyerbu perbatasan ke Israel, menewaskan 1.200 orang dan menculik sekitar 240 orang.

Serangan udara dan darat Israel selanjutnya di Gaza telah menewaskan hampir 15.000 orang, sebagian besar juga warga sipil, menurut pejabat Hamas, dan membuat sebagian besar wilayah utara Gaza menjadi puing-puing.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Banyak Manfaat jika Mau Berdamai, tapi...
Rekomendasi
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved