Trump Telepon Abbas Ingin Pindahkan Kedubes AS di Israel ke Yerusalem

Rabu, 06 Desember 2017 - 01:45 WIB
Trump Telepon Abbas...
Trump Telepon Abbas Ingin Pindahkan Kedubes AS di Israel ke Yerusalem
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump menelepon Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada hari Selasa waktu Washington bahwa dia bermaksud untuk memindahkan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Trump, menurut seorang pejabat senior AS, berencana mengumumkan pengakuan Washington bahwa Yerusalem menjadi Ibu Kota Israel pada hari Rabu (6/12/2017).

”Presiden Mahmoud Abbas menerima telepon dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump di mana dia (Trump) memberi tahu presiden tentang niatnya untuk memindahkan Kedutaan Besar Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem,” kata juru bicara Abbas, Nabil Abu Rdainah.

Abu Rdainah tidak merinci apakah Trump juga berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Raja Yordania Abdullah soal langkah AS tersebut.

“Abbas memperingatkan konsekuensi berbahaya dari keputusan tersebut mengenai proses perdamaian, keamanan dan stabilitas wilayah dan dunia,” ujar Abu Rdainah, seperti dikutip Reuters.

Menteri Intelijen Israel, Israel Katz, yang bertemu dengan para pejabat AS di Washington pekan lalu, mengatakan kepada Army Radio, bahwa Yerusalem akan diakui sebagai Ibu Kota Israel. ”Kesan saya adalah bahwa presiden akan mengakui Yerusalem, ibu kota abadi orang-orang Yahudi selama 3.000 tahun, sebagai ibu kota negara Israel,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah Israel sedang mempersiapkan gelombang kekerasan jika Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, dia berujar; ”Kami sedang mempersiapkan setiap pilihan. Apa pun itu selalu bisa meletus. Jika Abu Mazen (Presiden Palestina Mahmoud Abbas) akan memimpin ke arah itu, maka dia akan membuat kesalahan besar.”

Sementara itu, Turki mengancam akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel jika Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota negara Yahudi itu.

”Trump, Yerusalem adalah garis merah umat Islam,” kata Presiden Turki Tayyip Erdogan dalam sebuah pertemuan parlemen Partai AK, partai berkuasa di Turki.

”Ini bisa sampai sejauh pemutusan hubungan Turki dengan Israel. Saya memperingatkan Amerika Serikat untuk tidak mengambil langkah yang akan memperdalam masalah di wilayah ini.”

Tapi, Katz melalui Twitter menolak ancaman Erdogan. ”Kami tidak menerima perintah atau menerima ancaman dari presiden Turki,” tulis dia.
(mas)
Berita Terkait
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Gerakan Pro-Palestina...
Gerakan Pro-Palestina Meletus di Kampus-kampus Amerika Serikat
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
Langka, Amerika Serikat...
Langka, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Israel
5 Sosok Donatur Hamas...
5 Sosok Donatur Hamas yang Paling Diburu Amerika Serikat
Berita Terkini
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
28 menit yang lalu
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
1 jam yang lalu
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
3 jam yang lalu
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
4 jam yang lalu
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
5 jam yang lalu
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved