5 Strategi Ukraina untuk Mengatasi Kelelahan dalam Perang Melawan Rusia

Selasa, 28 November 2023 - 21:50 WIB
loading...
5 Strategi Ukraina untuk...
Tentara Ukraina mengalami kelelahan yang sangat parah. Foto/Reuters
A A A
MOSKOW - Nasib Ukraina sekarang berada di ujung tanduk! Tentara Ukraina sudah mengalami kekelahan yang sangat parah ketika menghadapi prajurit Rusia. Padahal, musim dingin semakin parah, Rusia akan makin gencar melancarkan serangan.

Maka, mau tak mau, Ukraina harus mengubah strategi perang. Hal utama yang menjadi perhatian adalah bagaimana mengetasi kelelahan para tentara Ukraina yang telah berperang dalam jangka waktu lama dengan Rusia.

Apalagi, sebagian besar tentara Ukraina di medan perang adalah tentara cadangan. Mereka tidak berpengalaman, hanya baru belajar senjata beberapa minggu.

Berikut adalah 5 straregi Ukraina dalam mengatasi kekelahan tentaranya di medan perang.

1. Menyiapkan Tentara Cadangan

5 Strategi Ukraina untuk Mengatasi Kelelahan dalam Perang Melawan Rusia

Foto/Reuters

Bulan ini, panglima militer Ukraina Valerii Zaluzhnyi mengatakan salah satu prioritasnya adalah membangun cadangan tentara saat ia menyusun rencana untuk mencegah perang menjadi jalan buntu yang ia peringatkan akan menguntungkan Rusia. Rencana tersebut berfokus pada peningkatan kemampuan udara, peperangan elektronik, drone, anti-artileri, dan pembersihan ranjau Ukraina.

"Ukraina, seperti Rusia, memiliki kapasitas terbatas untuk melatih pasukan dan menyinggung kesenjangan dalam undang-undang yang menurutnya memungkinkan warganya mengabaikan mobilisasi," ungkap Valerii Zaluzhnyi dalam komentar yang jarang diterbitkan dalam artikel The Economist.

Baca Juga: 4 Alasan Ukraina dan AS Telah Kalah dalam Perang Melawan Rusia

2. Memperbaiki Sistem Wajib Militer

5 Strategi Ukraina untuk Mengatasi Kelelahan dalam Perang Melawan Rusia

Foto/Reuters

“Kami berusaha untuk memperbaiki masalah ini. Kami memperkenalkan daftar wajib militer yang terpadu, dan kami harus memperluas kategori warga negara yang dapat dipanggil untuk pelatihan atau mobilisasi,” tulis Zaluzhnyi.

Proses rekrutmen sebagian besar terjadi di luar pandangan publik. Petugas wajib militer menghentikan laki-laki di jalan, di kereta bawah tanah atau di pos pemeriksaan dan membagikan surat panggilan kepada mereka, menginstruksikan mereka untuk melapor ke pusat perekrutan.

Selama setahun terakhir, video di media sosial kadang-kadang muncul yang menunjukkan petugas wajib militer menyeret atau mengancam orang-orang yang ingin mereka mobilisasi sehingga menyebabkan kemarahan publik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Brutal! Geng Narkoba...
Brutal! Geng Narkoba Tembak Mati 5 Polisi Jelang Pembukaan Piala Dunia di Meksiko
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Berita Terkini
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved