Dunia Waspadalah, Wabah Pneumonia Misterius Menyebar di China

Jum'at, 24 November 2023 - 10:56 WIB
loading...
Dunia Waspadalah, Wabah...
Wabah pneumonia dan penyakit pernapasan yang misterius sedang menyebar di kalangan anak-anak di China. Foto/Anadolu
A A A
BEIJING - Wabah pneumonia dan penyakit pernapasan yang misterius sedang menyebar di China. Ini diungkap organisasi Masyarakat Internasional untuk Penyakit Menular (ISID), yang menyerukan komunitas internasional untuk waspada.

Organisasi non-profit ini mengatakan dalam sebuah laporan pada Selasa lalu bahwa rumah sakit anak-anak di Beijing dan wilayah utara Liaoning dipenuhi dengan kasus-kasus mirip pneumonia yang “belum dapat ditentukan”, yang diyakini berasal dari infeksi bakteri.

Laporan tersebut menyoroti rincian dari laporan berita FTV News yang berbasis di Taiwan, yang menyatakan bahwa banyak pasien telah mengunjungi Rumah Sakit Anak Beijing.

Baca Juga: Waspadai Pandemi Baru, WHO Minta China Jelaskan Wabah Penyakit Pernapasan

Seorang warga mengatakan: “Banyak anak dirawat di rumah sakit. Tidak ada batuk, tidak menunjukkan gejala pneumonia, namun terjadi demam tinggi dan peradangan pada saluran pernapasan.”

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan pada hari Kamis bahwa mereka telah meminta informasi resmi dari China mengenai kasus pneumonia misterius pada anak-anak.

Pemerintah China pun menjawab bahwa tidak ada patogen baru atau tidak biasa yang terdeteksi dalam peningkatan penyakit pernafasan pada anak-anak di wilayah utara.

Sejak pertengahan Oktober 2023, WHO telah memantau data dari sistem pengawasan China yang menunjukkan peningkatan penyakit pernapasan pada anak-anak di China utara.

WHO mengatakan pihaknya mengadakan telekonferensi pada hari Kamis dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China dan Rumah Sakit Anak Beijing, yang difasilitasi oleh Komisi Kesehatan Nasional dan Administrasi Nasional Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

“Pihak berwenang China menyatakan bahwa belum ada deteksi patogen yang tidak biasa atau baru atau presentasi klinis yang tidak biasa, termasuk di Beijing dan Liaoning, namun hanya peningkatan umum penyakit pernafasan yang disebabkan oleh beberapa patogen yang diketahui,” kata WHO dalam sebuah pernyataan, yang dilansir AFP, Jumat (24/11/2023).

Lebih lanjut, mereka menyatakan bahwa peningkatan penyakit pernapasan tidak mengakibatkan jumlah pasien melebihi kapasitas rumah sakit.

“WHO memantau situasi ini dengan cermat dan melakukan kontak erat dengan otoritas nasional di China. WHO akan terus memberikan informasi terkini sebagaimana diperlukan," kata organisasi di bawah PBB tersebut.

WHO merekomendasikan agar masyarakat di China mengikuti langkah-langkah untuk mengurangi risiko penyakit pernapasan.

Hal itu termasuk vaksin yang direkomendasikan untuk melawan flu, Covid-19 dan patogen pernapasan lainnya; menjaga jarak dengan orang yang sedang sakit; tinggal di rumah saat sakit; menjalani tes dan perawatan medis sesuai kebutuhan; dan memakai masker jika diperlukan.

“WHO tidak merekomendasikan tindakan khusus apa pun bagi wisatawan yang berkunjung ke China," imbuh WHO.

Bulan depan menandai ulang tahun keempat sejak wabah Covid-19 di Wuhan, China, pertama kali dilaporkan.

Selama pandemi Covid-19, WHO berulang kali mengkritik otoritas China karena kurangnya transparansi dan kerja sama.

Lebih dari tiga tahun setelah kasus pertama kali terdeteksi di Wuhan, perdebatan sengit masih berlangsung seputar asal muasal Covid-19.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Pesawat Air Force One...
Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang
Rekomendasi
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Kabar Duka, Icuk Nugroho...
Kabar Duka, Icuk Nugroho Pemeran Saep di Preman Pensiun Meninggal Dunia
Turki Catat 62 Tendangan...
Turki Catat 62 Tendangan Tanpa Gol dalam 180 Menit di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved