alexa snippet

Menyambangi Pyongyang, Utusan China Tidak Bahas Nuklir Korut

Menyambangi Pyongyang, Utusan China Tidak Bahas Nuklir Korut
Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
SEOUL - Utusan khusus China untuk Korea Utara (Korut) bertemu dengan pejabat tinggi Pyongyang, Choe Ryong Hae, setelah tiba di Ibu Kota negara itu. Demikian laporan kantor berita resmi Korut, KCNA.

KCNA melaporkan bahwa perwakilan khusus Song Tao, kepala departemen urusan luar Partai Komunis yang berkuasa, memberi tahu Choe tentang Kongres Nasional China 19 secara rinci. Song juga menekankan pendirian China untuk terus mengembangkan hubungan persahabatan tradisional antara kedua partai dan negara.

China belum memberikan rincian kunjungan Song, yang dimulai pada hari Jumat, dan tidak jelas berapa lama dia berada di Korut.

Tabloid China yang berpengaruh di negara bagian tersebut, Global Times, dalam editorialnya mengatakan bahwa tidak bijaksana mengharapkan terlalu banyak dari perjalanan Song. Media itu mengatakan bahwa misinya adalah menginformasikan kepada Korut tentang Kongres Partai Komunis yang baru-baru ini ditutup di Beijing.

"Song bukan pesulap," kata surat kabar tersebut.

"Kunci untuk meredakan situasi di semenanjung terletak di tangan Washington dan Pyongyang. Jika kedua belah pihak bersikeras pada logika mereka sendiri dan menolak untuk bergerak ke arah yang sama, bahkan jika Song membuka pintu untuk pembicaraan, pintunya bisa ditutup kapan saja," sambung media itu seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (18/11/2017).

China telah berulang kali mendorong solusi diplomatik terhadap krisis mengenai pengembangan senjata nuklir dan rudal Korut untuk mengatasinya. Namun dalam beberapa bulan terakhir ini hanya melakukan pertukaran pejabat tingkat tinggi yang terbatas dengan Korut.

Terakhir kali utusan khusus China untuk Korut mengunjungi negara itu pada Februari tahun lalu.

Perjalanan Song datang hanya seminggu setelah Presiden AS Donald Trump mengunjungi Beijing sebagai bagian dari tur Asia. Trump mendesak China melakukan aksi yang lebih besar untuk mengendalikan Korut, terutama dari China, dimana Korut melakukan 90 persen perdagangannya.

Song telah mengunjungi Vietnam dan Laos untuk memberi tahu mereka tentang hasil kongres tersebut, sebuah kesopanan khas China memperluas negara komunis lainnya setelah pertemuan penting tersebut.

Tidak jelas apakah Song akan bertemu dengan pemimpin muda Korut Kim Jong-un.

Kim dan Presiden China Xi Jinping saling menukar ucapan selamat dan terima kasih atas kongres partai China. Namun kedua pemimpin tersebut tidak mengunjungi negara lain sejak memegang kekuasaan.

Departemen Song bertanggung jawab atas hubungan partai dengan partai politik asing, dan secara tradisional berfungsi sebagai saluran untuk diplomasi China dengan Korut.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top