Hari Ini, Hamas Akan Bebaskan Sandera Israel Pertama

Kamis, 23 November 2023 - 01:38 WIB
loading...
Hari Ini, Hamas Akan...
Israel memperkirakan Hamas akan membebaskan kelompok pertama sandera yang ditawan pada hari ini, Kamis (23/11/2023) waktu setempat. Foto/Ilustrasi
A A A
TEL AVIV - Israel memperkirakan Hamas akan membebaskan kelompok sandera pertama dalam serangan pada 7 Oktober lalu pada hari ini, Kamis (23/11/2023) waktu setempat. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Israel Eli Cohen.

Pernyataan Cohen ini muncul beberapa jam setelah kabinet Israel memberi lampu hijau untuk pertukaran tahanan yang melibatkan 50 sandera Israel dan sebanyak 150 tahanan perempuan dan anak-anak Palestina.

Selama beberapa hari terakhir, beberapa media, serta pejabat tinggi Amerika Serikat (AS), termasuk Presiden Joe Biden, menyatakan bahwa perjanjian semacam itu akan terwujud dalam waktu dekat. Namun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Rabu menekankan bahwa operasi militer melawan Hamas akan dilanjutkan setelah gencatan senjata selesai.

“Proses untuk mulai memulihkan para sandera akan dimulai besok pagi (hari ini),” kata Cohen saat berbicara kepada Radio Angkatan Darat Israel pada hari Rabu waktu setempat, seperti dikutip dari RT.

Baca Juga: Israel Sepakat Gencatan Senjata 4 Hari, Imbalannya Hamas Bebaskan 50 Sandera

Menurut media Israel, Kan, Hamas diperkirakan akan memberikan nama sepuluh orang pertama yang akan dibebaskan pada Rabu malam. Outlet media tersebut juga melaporkan bahwa perjanjian yang ditengahi Qatar akan membebaskan 30 anak, 12 ibu dan delapan wanita lanjut usia.

Perwakilan senior Hamas Musa Abu Marzook mengatakan kepada Al Jazeera bahwa mayoritas dari mereka yang akan dibebaskan memiliki kewarganegaraan asing.

Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letkol Jonathan Conricus membenarkan bahwa negaranya juga akan mengeluarkan daftar tahanan Palestina yang akan dibebaskan.

Pada Rabu pagi, Netanyahu mengumumkan bahwa setidaknya 50 sandera – wanita dan anak-anak – akan dibebaskan selama empat hari, dan selama itu akan diadakan jeda dalam pertempuran. Dia menambahkan bahwa untuk setiap sepuluh sandera tambahan yang dibebaskan, Israel akan menghentikan operasinya selama satu hari lagi.

Baca Juga: Ini Bukti Kejahatan Perang Israel di Gaza yang Tak Bisa Ditepis Barat

Namun, Netanyahu segera menekankan, jeda pertempuran yang akan datang ini tidak berarti bahwa Israel akan mengabaikan tujuannya untuk menghancurkan Hamas sepenuhnya.

Menurut sebuah postingan di saluran Telegram Hamas, kesepakatan tersebut akan membebaskan 150 wanita Palestina dan anak di bawah umur yang saat ini ditahan di penjara-penjara Israel. Kelompok militan tersebut juga mengungkapkan bahwa Israel telah setuju untuk menangguhkan semua penerbangan militer di Gaza selatan selama masa gencatan senjata, dan membatasi operasi udara di bagian utara wilayah kantong tersebut.

Qatar, yang bertindak sebagai mediator dalam perundingan tersebut, mengatakan dalam pernyataannya sendiri bahwa jumlah mereka yang dibebaskan akan ditingkatkan pada tahap selanjutnya dari penerapan perjanjian tersebut.

Hamas menyandera sekitar 240 orang selama serangan mematikannya bulan lalu dan sejak itu telah membebaskan empat dari mereka.

Baca Juga: Israel Lanjutkan Perang Melawan Hamas Bahkan Jika Gencatan Senjata Disepakati

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
Hamas Sangkal Tudingan...
Hamas Sangkal Tudingan Tolak Serahkan Pemerintahan di Gaza
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Jadi Satu-satunya Negara...
Jadi Satu-satunya Negara Islam Berbom Nuklir, Mengapa Pakistan Tolak Akui Israel?
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Laporan Media: Israel...
Laporan Media: Israel Bangun Jaringan Militer Rahasia di Azerbaijan, Dekat Perbatasan Iran
Pendiri SoftBank Masayoshi...
Pendiri SoftBank Masayoshi Son Jadi Orang Terkaya di Asia, Hartanya Tembus Rp1.750 Triliun
Rekomendasi
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
Berita Terkini
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved