Israel Sepakat Gencatan Senjata 4 Hari, Imbalannya Hamas Bebaskan 50 Sandera
Rabu, 22 November 2023 - 09:56 WIB
loading...
A
A
A
“Pemerintah Israel berkomitmen untuk memulangkan semua sandera. Malam ini, mereka menyetujui kesepakatan yang diusulkan sebagai tahap pertama untuk mencapai tujuan ini,” bunyi pernyataan Kantor PM Netanyahu, yang dirilis setelah berjam-jam musyawarah dan tertutup bagi pers, sebagaimana dikutip Reuters.
Media Israel, Ynet, melaporkan bahwa semua kecuali tiga menteri di partai sayap kanan Jewish Power memberikan suara mendukung kesepakatan tersebut.
Perjanjian tersebut akan menjadi gencatan senjata pertama dalam perang di mana pengeboman Israel telah meratakan sebagian besar wilayah Gaza yang dikuasai Hamas, menewaskan lebih dari 14.000 warga sipil di daerah kantong Palestina tersebut.
Sebelum berkumpul dengan pemerintahan penuhnya, Netanyahu pada hari Selasa bertemu dengan kabinet perangnya dan kabinet keamanan nasional yang lebih luas mengenai kesepakatan tersebut.
Menjelang pengumuman perjanjian tersebut, Netanyahu mengatakan intervensi Presiden AS Joe Biden telah membantu meningkatkan perjanjian tentatif tersebut sehingga mencakup lebih banyak sandera dan lebih sedikit konsesi.
Namun Netanyahu mengatakan misi Israel yang lebih luas tidak berubah.
“Kami sedang berperang dan kami akan melanjutkan perang sampai kami mencapai semua tujuan kami. Untuk menghancurkan Hamas, kembalikan semua sandera kami dan pastikan tidak ada entitas di Gaza yang dapat mengancam Israel,” katanya di awal pertemuan pemerintah.
Media Israel, Ynet, melaporkan bahwa semua kecuali tiga menteri di partai sayap kanan Jewish Power memberikan suara mendukung kesepakatan tersebut.
Perjanjian tersebut akan menjadi gencatan senjata pertama dalam perang di mana pengeboman Israel telah meratakan sebagian besar wilayah Gaza yang dikuasai Hamas, menewaskan lebih dari 14.000 warga sipil di daerah kantong Palestina tersebut.
Sebelum berkumpul dengan pemerintahan penuhnya, Netanyahu pada hari Selasa bertemu dengan kabinet perangnya dan kabinet keamanan nasional yang lebih luas mengenai kesepakatan tersebut.
Menjelang pengumuman perjanjian tersebut, Netanyahu mengatakan intervensi Presiden AS Joe Biden telah membantu meningkatkan perjanjian tentatif tersebut sehingga mencakup lebih banyak sandera dan lebih sedikit konsesi.
Namun Netanyahu mengatakan misi Israel yang lebih luas tidak berubah.
“Kami sedang berperang dan kami akan melanjutkan perang sampai kami mencapai semua tujuan kami. Untuk menghancurkan Hamas, kembalikan semua sandera kami dan pastikan tidak ada entitas di Gaza yang dapat mengancam Israel,” katanya di awal pertemuan pemerintah.
Lihat Juga :