Iran Minta BRICS Sebut Israel Negara Teroris karena Kejahatan Perang di Gaza

Rabu, 22 November 2023 - 08:42 WIB
loading...
Iran Minta BRICS Sebut...
Presiden Iran Ebrahim Raisi meminta negara-negara BRICS untuk menunjuk pemerintah Israel dan militernya sebagai organisasi teroris atas dugaan kejahatan perang terhadap rakyat Palestina di Gaza. Foto/REUTERS
A A A
GAZA - Presiden Iran Ebrahim Raisi meminta negara-negara BRICS untuk menunjuk pemerintah Israel dan militernya sebagai organisasi teroris atas dugaan kejahatan perang mereka terhadap rakyat Palestina di Gaza.

Dia mengajukan permintaan tersebut pada Pertemuan Gabungan Luar Biasa tentang Situasi Timur Tengah yang diadakan secara online pada hari Selasa.

Iran, yang secara resmi menjadi anggota BRICS pada bulan Januari, telah meminta diadakannya pertemuan darurat untuk membahas perang Israel melawan Hamas di Gaza.

Baca Juga: Menlu Retno: Alasan Israel Serang Gaza Bukan Membela Diri karena Zionis Penjajah

Raisi mendesak anggota BRICS untuk menggunakan pengaruhnya guna mematahkan pengepungan Israel atas Gaza dan memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan yang aman.

“Rezim palsu ini harus diakui sebagai rezim teroris dan tentaranya dianggap sebagai organisasi teroris,” kata Raisi, sambil memohon kepada anggota blok tersebut untuk mengakui hak negara Palestina untuk membela diri sambil memutuskan hubungan dengan Tel Aviv.

“Sehubungan dengan kejahatan yang terus-menerus [dilakukan] dan sifat rasis oleh rezim palsu Israel, negara-negara bebas [di dunia] mengharapkan semua pemerintah terutama negara-negara anggota BRICS untuk segera mengangkat isu pemutusan hubungan politik, ekonomi, dan militer dengan Israel sebagai agenda utama,” lanjut Raisi, seperti dikutip RT, Rabu (22/11/2023).

Presiden Iran juga menyarankan negara-negara BRICS membuka penyelidikan atas dugaan penggunaan bos fosfor putih ilegal dan senjata terlarang lainnya oleh Israel terhadap warga sipil Palestina di Gaza.

Iran, kata Raisi, akan mendukung upaya bersama Afrika Selatan–yang diajukan bersama empat negara lainnya pada hari Jumat di Mahkamah Kriminal Internasional (ICC)–untuk menyelidiki apakah kejahatan perang telah dilakukan di Gaza.

Namun, dia berpendapat bahwa pengajuan tersebut juga harus membuat Amerika Serikat (AS) bertanggung jawab atas pembunuhan anak-anak yang dilakukan militer Israel di Gaza.

Israel telah membunuh lebih dari 14.000 warga Palestina di Gaza sejak menyatakan perang terhadap Hamas bulan lalu, termasuk sedikitnya 5.600 anak-anak, menurut pejabat kesehatan Palestina di Gaza.

Setidaknya 6.000 lebih penduduk daerah kantong Palestina tersebut dinyatakan hilang.

Israel menganggap pengeboman yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap wilayah yang diblokade tersebut sebagai respons yang dibenarkan terhadap serangan mendadak lintas batas Hamas, yang menyebabkan 1.200 warga Israel tewas pada 7 Oktober.

Para pemimpin negara-negara anggota BRICS dan anggota baru; Arab Saudi, Argentina, Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab menghadiri pertemuan puncak virtual hari Selasa yang diselenggarakan oleh Afrika Selatan.

Meskipun para peserta diperkirakan akan mempublikasikan deklarasi bersama mengenai konflik Israel-Hamas, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengatakan bahwa para diplomat belum punya waktu untuk menyusun pernyataan tersebut.

Sebaliknya, sebagian besar negara memilih untuk mengeluarkan pernyataan individual, dan sebagian besar menyerukan bentuk gencatan senjata.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Nah, Israel Tangkap...
Nah, Israel Tangkap Pria AS karena Jadi Mata-Mata untuk Iran
Rekomendasi
Surat Perpisahan Ronald...
Surat Perpisahan Ronald Koeman Usai Belanda Terusir di Piala Dunia 2026
Gus Falah: HUT ke-80...
Gus Falah: HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Kedekatan Polri dengan Rakyat
Forum GPI4 di Peru,...
Forum GPI4 di Peru, Indonesia Tegaskan Komitmen Lindungi Gambut Dunia
Berita Terkini
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved