Kandidat Cawapres Biden Berpotensi Jadi Presiden
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 11:14 WIB
loading...
A
A
A
Wali Kota Los Angeles Eric Garcetti yang menjadi ketua komite pemilihan cawapres bagi Biden mengungkapkan, nominasi utama cawapres sudah mengerucut pada beberapa orang. “Kita memiliki perempuan yang menakjubkan, yang akan menjadi bagian penting dalam proses ini,” katanya kepada MSNBC. Dia mengatakan, pekan depan para kandidat akan diwawancarai oleh Biden.
Biden berencana mengumumkan cawapresnya pada pekan pertama Agustus. Tapi, laporan terbaru menunjukkan dia akan mengumumkan pekan depan. “Saya mengetahui dia (Biden) akan memilih cawapres yang merefleksikan hubungan yang sama dengan Barack Obama,” katanya. Dia mengungkapkan, Biden ingin mencari cawapres bukan karena faktor geografis atau pilihan politik, tetapi orang yang mampu melayani rakyat AS dan mitra terdekatnya di Gedung Putih.
Siapa kandidat utamanya? USA Today melaporkan mereka adalah Senator Kamala Harris dari California, mantan penasihat keamanan Susan Rice, dan Karen Bass yang merupakan anggota parlemen dari California. Tiga orang diperkirakan akan mengikuti “audisi” khusus dengan Biden untuk menentukan siapa yang akan dipilih.
Kandidat yang diutamakan adalah Rice. Dia pun mengklaim dirinya memiliki pengalaman selama 20 tahun bekerja di level eksekutif. “Kita harus bekerja untuk rakyat AS. Bergulat dengan krisis dan mencari solusi yang diperlukan,” ujarnya. (Baca juga: Diambang Resesi, Misbakhun Usulkan Listrik hingga Cicilan Mobil Dibayar Negara)
Rice memiliki kelebihan karena pernah menjadi Duta Besar AS untuk PBB. Ketika Biden memilihnya, maka Rice lebih menjadi mitra dalam pemerintahan dibandingkan sebagai mitra berpolitik. Biden juga menginginkan wapres yang memiliki hubungan dekat dengannya, dan Rice pernah memiliki kerja sama erat serta hubungan dekat dalam pemerintahan Barack Obama.
Kelemahan Rice adalah dia tidak memiliki pengalaman sebagai pejabat yang dipilih publik. Dia juga tidak dikenal luas rakyat AS. Dengan bekal pengalaman sebagai diplomat, Rice memiliki peranan kuat dalam tim kebijakan luar negeri yang menjadi fokus Biden. Rice disebut Republik sebagai tokoh AS yang menjadi alasan serangan 2012 di konsulat AS di Benghazi.
Biden berencana mengumumkan cawapresnya pada pekan pertama Agustus. Tapi, laporan terbaru menunjukkan dia akan mengumumkan pekan depan. “Saya mengetahui dia (Biden) akan memilih cawapres yang merefleksikan hubungan yang sama dengan Barack Obama,” katanya. Dia mengungkapkan, Biden ingin mencari cawapres bukan karena faktor geografis atau pilihan politik, tetapi orang yang mampu melayani rakyat AS dan mitra terdekatnya di Gedung Putih.
Siapa kandidat utamanya? USA Today melaporkan mereka adalah Senator Kamala Harris dari California, mantan penasihat keamanan Susan Rice, dan Karen Bass yang merupakan anggota parlemen dari California. Tiga orang diperkirakan akan mengikuti “audisi” khusus dengan Biden untuk menentukan siapa yang akan dipilih.
Kandidat yang diutamakan adalah Rice. Dia pun mengklaim dirinya memiliki pengalaman selama 20 tahun bekerja di level eksekutif. “Kita harus bekerja untuk rakyat AS. Bergulat dengan krisis dan mencari solusi yang diperlukan,” ujarnya. (Baca juga: Diambang Resesi, Misbakhun Usulkan Listrik hingga Cicilan Mobil Dibayar Negara)
Rice memiliki kelebihan karena pernah menjadi Duta Besar AS untuk PBB. Ketika Biden memilihnya, maka Rice lebih menjadi mitra dalam pemerintahan dibandingkan sebagai mitra berpolitik. Biden juga menginginkan wapres yang memiliki hubungan dekat dengannya, dan Rice pernah memiliki kerja sama erat serta hubungan dekat dalam pemerintahan Barack Obama.
Kelemahan Rice adalah dia tidak memiliki pengalaman sebagai pejabat yang dipilih publik. Dia juga tidak dikenal luas rakyat AS. Dengan bekal pengalaman sebagai diplomat, Rice memiliki peranan kuat dalam tim kebijakan luar negeri yang menjadi fokus Biden. Rice disebut Republik sebagai tokoh AS yang menjadi alasan serangan 2012 di konsulat AS di Benghazi.
Lihat Juga :