Mengaku Tak Ada Kasus Covid-19, Tapi Kota di Korut Berstatus Ultra Darurat

Kamis, 06 Agustus 2020 - 23:18 WIB
loading...
Mengaku Tak Ada Kasus...
Sebuah kota di Korut berstatus ultra darurat setelah muncul dugaan kasus Covid-19. Foto/Ilustrasi
A A A
SEOUL - Sebuah kota di Korea Utara ditempatkan dalam status "negara ultra darurat" setelah dugaan kasus virus Corona muncul di sana pada akhir Juli lalu. Pyongyang pun telah mengirim lebih dari 550 ribu barang bantuan. Demikian laporan kantor berita milik pemerintah, Kamis (6/8/2020).

Meskipun begitu, negara tertutup itu terus bersikeras bahwa negara itu masih terbebas dari pandemi Covid-19 .

"Sejak (status) negara ultra-darurat diumumkan, lebih dari 550.000 bahan yang berbeda dari lebih 30 jenis segera diangkut ke kota Kaesong hingga sekarang," kata radio Korut.

"Kabinet melakukan survei mendetail tentang situasi area dalam keadaan darurat dan segera mengambil tindakan untuk memasok bahan," sambung laporan itu yang dinukil Fox News.

Dugaan pandemi telah sampai di Korut muncul setelah seseorang yang berada di Kaesong yang diyakini oleh para pejabat Pyongyang kemungkinan telah terinfeksi virus mematikan itu menjalani tes. Meski begitu, perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr. Edwin Salvador, menyatakan hasilnya tidak meyakinkan. (Baca: WHO Ragukan Hasil Tes Covid-19 Korea Utara )

Meski begitu, hingga saat ini tidak jelas seberapa serius situasi di Korut.

"Meskipun wabah lokal yang sangat luas mungkin belum terjadi, kemungkinan besar sejumlah orang telah terinfeksi," kata analis dari Institut Korea untuk Penyatuan Nasional Seoul, Hong Min.

“Meskipun Korea Utara mengunci diri, seharusnya ada kasus yang dicurigai di sana dan pihak berwenang harus mendiagnosisnya secara agresif. Tapi Korea Utara tidak pernah transparan tentang apakah ia memiliki kapasitas seperti itu dan kemauan untuk melakukannya," imbuhnya.

Media pemerintah Korut juga telah melaporkan bahwa negara itu telah mengerahkan lebih banyak petugas kesehatan, personel dan membersihkan sejumlah barang, serta menggunakan pengeras suara untuk meningkatkan kesadaran publik tentang virus Corona. (Baca: Satu Warganya Terinfeksi Covid-19, Kim Jong-un Gelar Pertemuan Darurat )

"Langkah-langkah darurat yang diklaim menunjukkan bahwa wabah di sana mungkin memburuk," kata Kim Sin-gon, seorang profesor di Korea University College of Medicine di Seoul.

"Korea Utara mungkin juga bertujuan untuk mendapatkan bantuan dari Korea Selatan atau lainnya, tetapi ingin menyelamatkan muka dengan mengatakan kasus Kaesong yang dicurigai adalah seseorang yang pernah berada di Korea Selatan," imbuhnya.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Berita Terkini
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Infografis
10 Kota Terdingin di...
10 Kota Terdingin di Indonesia, Ternyata Banyak yang Ada di Jawa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved