Perang 42 Hari, Israel Gagal Lacak 6 Petinggi Hamas Paling Diburu Termasuk Deif

Kamis, 16 November 2023 - 11:05 WIB
loading...
Perang 42 Hari, Israel...
Mohammed Deif (kanan) satu dari enam petinggi Hamas yang paling diburu Israel. Militer dan intelijen Israel gagal melacak mereka sejak perang pecah 7 Oktober. Foto/REUTERS
A A A
GAZA - Perang Israel-Hamas di Gaza, Palestina, sudah memasuki hari ke-42 pada Kamis (16/11/2023). Lebih dari 11.000 warga Palestina di Gaza tewas dibombardir Israel, tapi enam petinggi Hamas yang paling diburu gagal dilacak.

Perdana Menteri Israel Benjamin bersumpah melenyapkan Hamas ketika mendeklarasikan perang bulan lalu.

Alih-alih mewujudkan sumpahnya, militer Zionis justru dikecam dunia internasional karena menyerbu Rumah Sakit al-Shifa, fasilitas medis terbesar Gaza—dengan dalih markas komando Hamas berada di bawah bangunan RS tersebut, tuduhan yang telah dibantah oleh Hamas.

Baca Juga: Surat Si Genius Albert Einstein dan Ramalan Runtuhnya Israel

6 Petinggi Hamas Paling Diburu tapi Tak Tersentuh Israel

1. Mohammed Deif

Deif dicap pemerintah Netanyahu sebagai musuh publik nomor 1 Israel. Dia dicurigai oleh Tel Aviv sebagai dalang serangan 7 Oktober yang menewaskan sekitar 1.200 orang Israel dan ratusan lainnya diculik.

Mohammed Deif adalah komandan sayap militer Hamas, Brigade Izz ad-Din al-Qassam. Dia telah memimpin operasi militer Hamas sejak 2002.

Dia bergabung dengan Hamas pada akhir 1980-an setelah menjabat sebagai ketua serikat mahasiswa Ikhwanul Muslimin dan telah menjadi target utama badan intelijen Israel selama lebih dari 30 tahun.

Dia berkali-kali lolos dari upaya pembunuhan oleh militer dan intelijen Israel, sehingga media-media lokal menjulukinya sebagai "kucing bernyawa sembilan".

2. Ismail Haniyeh

Dia adalah pemimpin politik Hamas. Lahir di salah satu kamp pengungsi paling padat di Gaza pada tahun 1963 dan banyak diberitakan di media, Haniyeh menduduki puncak daftar orang paling dicari Israel selama bertahun-tahun.

Dia telah memimpin cabang politik Hamas sejak Mei 2017 dan tinggal antara Turki dan Qatar sejak dia secara sukarela mengasingkan diri pada Desember 2019.

Haniyeh memperoleh gelar dalam bidang sastra Arab sebelum bergabung dengan Hamas pada tahun 1988. Dia menghabiskan beberapa tahun di penjara Israel pada akhir tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an, ketika pihak berwenang Israel menuduhnya menjalankan sayap keamanan kelompok tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
Israel Ternyata Ditolong...
Israel Ternyata Ditolong AS saat Dihujani Rudal Iran
Israel Pecat Wakil Bos...
Israel Pecat Wakil Bos Mossad setelah Gagal Operasi Runtuhkan Rezim Iran
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Israel Bakal Sendirian Melawan Iran Jika Tingkatkan Konflik!
Balas Dendam Israel!...
Balas Dendam Israel! Iran Dibombardir Rudal Balistik Pasca Ketegangan
Diduga Drone Laut Ukraina...
Diduga Drone Laut Ukraina Meledak di Pelabuhan Rumania
Diteror Beruang, Kota...
Diteror Beruang, Kota di Jepang Ini Lumpuh
Rekomendasi
Thariq Halilintar dan...
Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Terkait Kasus Hanania Travel
Hari Ini, Timnas Indonesia...
Hari Ini, Timnas Indonesia vs Australia Berebut Tiket Final di Piala AFF U-19 2026
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
Berita Terkini
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved