Perang 42 Hari, Israel Gagal Lacak 6 Petinggi Hamas Paling Diburu Termasuk Deif
Kamis, 16 November 2023 - 11:05 WIB
loading...
A
A
A
Namun pada Oktober 2011, dia dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan pembebasan 1.000 tahanan Arab Palestina dan Israel sebagai imbalan atas pembebasan tentara Prancis-Israel; Gilad Shalit, yang ditahan oleh Hamas selama lima tahun.
Dia telah masuk dalam daftar hitam teroris internasional AS sejak 2015.
Dia juga dicurigai oleh Israel sebagai salah satu arsitek utama serangan 7 Oktober.
Saleh al-Arouri yang berusia 58 tahun adalah salah satu pemimpin politik utama kelompok tersebut. Dituduh oleh Israel dan AS mendanai dan mengawasi operasi militer Hamas di Tepi Barat yang diduduki Israel, tempat asalnya, Arouri telah masuk dalam daftar teroris AS sejak 2015.
Melalui Program Hadiah untuk Keadilan, Departemen Luar Negeri AS menawarkan hingga USD5 juta untuk “informasi yang mengarah pada identifikasi atau lokasi” orang nomor 2 Hamas tersebut.
Meshaal sudah lama tinggal pengasingan sebelum digantikan oleh Ismail Haniyeh. Dia telah menjadi tokoh penting kelompok Hamas selama beberapa dekade.
Sebagai penentang keras proses perdamaian dengan Israel, Meshaal meninggalkan kampung halamannya di Tepi Barat pada tahun 1967 menuju Kuwait dan bergabung dengan Ikhwanul Muslimin.
Dia berpartisipasi dalam pendirian Hamas dan menjabat sebagai pemimpin biro politiknya pada tahun 1996.
Setelah Kuwait, Meshaal pindah ke Yordania pada tahun 1990. Dia saat ini dilaporkan tinggal di Qatar.
Dia telah masuk dalam daftar hitam teroris internasional AS sejak 2015.
Dia juga dicurigai oleh Israel sebagai salah satu arsitek utama serangan 7 Oktober.
5. Saleh al-Arouri
Dia merupajan orang nomor 2 Hamas karena menjadi wakil ketua biro politik Hamas sejak 2017.Saleh al-Arouri yang berusia 58 tahun adalah salah satu pemimpin politik utama kelompok tersebut. Dituduh oleh Israel dan AS mendanai dan mengawasi operasi militer Hamas di Tepi Barat yang diduduki Israel, tempat asalnya, Arouri telah masuk dalam daftar teroris AS sejak 2015.
Melalui Program Hadiah untuk Keadilan, Departemen Luar Negeri AS menawarkan hingga USD5 juta untuk “informasi yang mengarah pada identifikasi atau lokasi” orang nomor 2 Hamas tersebut.
6. Khaled Meshaal
Dia sebenarnya berstatus mantan pemimpin Hamas, namun masih memiliki pengaruh kuat di organisasi perlawanan Palestina tersebut.Meshaal sudah lama tinggal pengasingan sebelum digantikan oleh Ismail Haniyeh. Dia telah menjadi tokoh penting kelompok Hamas selama beberapa dekade.
Sebagai penentang keras proses perdamaian dengan Israel, Meshaal meninggalkan kampung halamannya di Tepi Barat pada tahun 1967 menuju Kuwait dan bergabung dengan Ikhwanul Muslimin.
Dia berpartisipasi dalam pendirian Hamas dan menjabat sebagai pemimpin biro politiknya pada tahun 1996.
Setelah Kuwait, Meshaal pindah ke Yordania pada tahun 1990. Dia saat ini dilaporkan tinggal di Qatar.
(mas)
Lihat Juga :