Jerman Sebut Satu Diplomat Mereka Turut Jadi Korban Ledakan Beirut
Kamis, 06 Agustus 2020 - 21:52 WIB
loading...
Jerman mengatakan, salah satu staf Kedutaan Besar mereka di Beirut, Lebanon turut menjadi korban ledakan di pelabuhan. Foto/REUTERS
A
A
A
BERLIN - Jerman mengatakan, salah satu staf Kedutaan Besar mereka di Beirut, Lebanon turut menjadi korban ledakan. Ledakan itu diketahui telah menewaskan 145 orang dan melukai lebih dari 5.000 orang.
"Ketakutan terburuk kami telah dikonfirmasi. Seorang anggota kedutaan kami di Beirut tewas di rumahnya setelah ledakan," kata Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas seperti dilansir Reuters pada Kamis (6/8/2020).
( Baca juga: Kapal Rusia, Pemilik Amonium Nitrat yang Jadi Tragedi di Beirut )
Sebelumnya, Lebanon mengaku tidak memiliki sarana keuangan yang memadai untuk mengatasi konsekuensi ledakan di Beirut. Pengakuan itu disampaikan oleh Menteri Ekonomi dan Perdagangan Lebanon, Raoul Nehme.
"Lebanon tidak memiliki dana untuk mengatasi akibat ledakan. Kami meminta bantuan dari komunitas internasional. Kerusakan akibat ledakan itu diperkirakan mencapai miliaran dolar. Kami perlu waktu untuk memperkirakan total kerusakan. Satu-satunya solusi untuk Lebanon adalah kerja sama dengan Dana Moneter Internasional," ucap Nehme.
Sementara itu, Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab, meminta bantuan kepada semua negara untuk memberikan bantuan pasca ledakan dahsyat tersebut. ( Baca juga: Penyelundupan 150 Kg Ganja Asal Aceh Digagalkan Polda Banten )
Dia juga menegaskan kembali janjinya bahwa mereka yang bertanggung jawab atas ledakan besar di pelabuhan Beirut itu akan membayar harganya, tanpa mengomentari penyebabnya
"Ketakutan terburuk kami telah dikonfirmasi. Seorang anggota kedutaan kami di Beirut tewas di rumahnya setelah ledakan," kata Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas seperti dilansir Reuters pada Kamis (6/8/2020).
( Baca juga: Kapal Rusia, Pemilik Amonium Nitrat yang Jadi Tragedi di Beirut )
Sebelumnya, Lebanon mengaku tidak memiliki sarana keuangan yang memadai untuk mengatasi konsekuensi ledakan di Beirut. Pengakuan itu disampaikan oleh Menteri Ekonomi dan Perdagangan Lebanon, Raoul Nehme.
"Lebanon tidak memiliki dana untuk mengatasi akibat ledakan. Kami meminta bantuan dari komunitas internasional. Kerusakan akibat ledakan itu diperkirakan mencapai miliaran dolar. Kami perlu waktu untuk memperkirakan total kerusakan. Satu-satunya solusi untuk Lebanon adalah kerja sama dengan Dana Moneter Internasional," ucap Nehme.
Sementara itu, Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab, meminta bantuan kepada semua negara untuk memberikan bantuan pasca ledakan dahsyat tersebut. ( Baca juga: Penyelundupan 150 Kg Ganja Asal Aceh Digagalkan Polda Banten )
Dia juga menegaskan kembali janjinya bahwa mereka yang bertanggung jawab atas ledakan besar di pelabuhan Beirut itu akan membayar harganya, tanpa mengomentari penyebabnya
(esn)
Lihat Juga :