alexa snippet

Duterte: CIA Sangat Membenci Saya

Duterte: CIA Sangat Membenci Saya
Duterte mengklaim bahwa Amerika Serikat tidak menyukainya, sama halnya seperti AS tidak menyukai Saddam Hussein, Muammar Gaddafi , dan juga Bashar al-Assad. Foto/Reuters
A+ A-
MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte  mengatakan, Badan Intelijen Amerika Serikat (AS) atau CIA membeci dirinya. Duterte menyebut, jika dia tewas dalam waktu dekat, maka itu kemungkinan ulah CIA.

"Bagi saya, saya akan memberitahu orang-orang Filipina, jika saya mati, Amerika berada di belakangnya. Itu adalah ulah CIA," kata Duterte dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Jumat (13/10).

Pemimpin Filipina itu secara gamblang menyalahkan CIA, karena badan yang berbasis di Virginia itu kerap melemparkan kritik keras kepada dirinya, khususnya mengenai perang berdarah terhadap obat-obatan terlarang.

"CIA, berhenti sejenak, suatu hari nanti, saya akan mengusir Anda. Pilihannya antara Anda membuat rencana untuk membunuh saya, atau Anda harus keluar dari negara saya. Pilih salah satu," ungkapnya.

Ini bukan pertama kalinya Duterte menyalahkan CIA. Pada bulan September tahun lalu, dia mengatakan menerima laporan bahwa CIA menginginkan dia mati, dan banyak Duta Besar AS yang terlibat dalam kegiatan CIA di negara lain.

Duterte mengklaim bahwa AS tidak menyukainya, sama halnya seperti AS tidak menyukai Saddam Hussein dari Irak, Muammar Gaddafi dari Libya, dan juga Bashar al-Assad dari Suriah.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top