Jet Tempur Su-27 Rusia Cegat 2 Pesawat Pengintai AS di Laut Hitam

Kamis, 06 Agustus 2020 - 14:07 WIB
loading...
Jet Tempur Su-27 Rusia...
Pesawat jet tempur Su-27 Rusia. Foto/TASS
A A A
MOSKOW - Sebuah jet tempur Su-27 Rusia mencegat atau mengintersepsi dua pesawat pengintai militer Amerika Serikat (AS) di atas Laut Hitam pada hari Rabu. Ini merupakan kejadian terbaru dari serangkaian interaksi di udara antara pasukan AS, NATO, dan Rusia.

Militer Moskow mengatakan kepada kantor berita TASS bahwa jet tempur Su-27 bertemu dengan pesawat-pesawat AS di atas perairan internasional di Laut Hitam.

"Awak jet tempur Rusia mendekati pesawat-pesawat pada jarak yang aman dan mengidentifikasi mereka sebagai pesawat pengintai strategis RC-135 Angkatan Udara AS dan P-8A Poseidon, pesawat patroli maritim Angkatan Laut AS," kata Kementerian Pertahanan Rusia. (Baca juga: Lagi, Jet Tempur Su-27 Rusia Cegat dan Usir Pesawat Mata-mata AS )

Militer AS maupun NATO belum berkomentar atas pencegatan kedua pesawat tersebut. Namun, situs pelacakan radar sipil menunjukkan pesawat-pesawat AS memang terbang di atas wilayah Laut Hitam pada 5 Agustus, dan tidak jauh dari Semenanjung Crimea.

Crimea telah dianeksasi oleh Rusia setelah melepaskan diri dari Ukraina pada tahun 2014. Langkah Moskow itu tidak diakui oleh beberapa negara Barat. Semenanjung Crimea telah menjadi rumah bagi Armada Laut Hitam Rusia dan beberapa instalasi militer Moskow.

Jet tempur AS dan NATO secara rutin juga mencegat pesawat pengintai dan pembom strategis Rusia di di atas lautan Pasifik dan Atlantik. Sebagian besar insiden bersifat rutin dan dianggap tidak mengancam.

Pada Mei, seorang pejabat NATO mengatakan kepada RFE/RL bahwa aktivitas pesawat militer Rusia di Laut Hitam dan bagian lain Eropa telah meningkat sejak 2014.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Berita Terkini
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved