Parlemen Aljazair Dukung Presiden Menentang Israel di Gaza

Sabtu, 04 November 2023 - 09:55 WIB
loading...
Parlemen Aljazair Dukung...
Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune. Foto/AP
A A A
ALJIR - Parlemen Aljazair dengan suara bulat memberikan wewenang kepada Presiden Abdelmadjid Tebboune untuk mengambil sikap menentang operasi militer Israel di wilayah Palestina di Gaza pada Kamis (2/11/2023).

Menurut kantor berita Arab Al Bawaba, semua anggota parlemen memilih mengizinkan Tebboune mendukung Gaza.

Langkah ini menjadikan Aljazair negara Arab kedua yang secara resmi menyatakan dukungannya terhadap Palestina dalam konflik tersebut.

Pemerintah Houthi Yaman menyatakan dukungannya terhadap Palestina pada Selasa dan mengumumkan mereka telah meluncurkan drone dan rudal terhadap Israel.

Tindakan tersebut terjadi ketika pasukan Israel melakukan operasi darat melawan Hamas, kelompok pejuang yang bertanggung jawab atas serangan 7 Oktober 2023 yang menewaskan 1.400 warga Israel.

Otoritas Palestina setempat memperkirakan jumlah korban tewas di Gaza mencapai 9.000 orang pada Kamis, di tengah kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas.

Pertempuran Israel-Hamas telah memicu gelombang protes pro-Palestina di negara-negara Afrika Utara, termasuk Tunisia, Aljazair, Libya, dan Maroko.

Baca juga: Siapa yang Harus Memerintah Jalur Gaza Agar Wilayah Stabil? Ada 3 Skenario

Bulan lalu, Menteri Luar Negeri Aljazair Ahmed Attaf mendesak komunitas internasional untuk mendukung Palestina dan segera mengambil tindakan untuk mengakhiri “agresi” Israel dan meluncurkan kembali proses perdamaian.

Majelis Rakyat Nasional (APN) di negara Afrika Utara itu mengadakan sesi khusus pada Kamis sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan Palestina untuk kebebasan dan kemerdekaan, dan menjadi yang pertama melakukan hal tersebut, menurut pernyataan dari Kedutaan Besar Palestina di Aljir.

“Posisi APN mencerminkan sikap intrinsik dan konstan rakyat Aljazair dan para pemimpin mereka selama bertahun-tahun dalam mendukung perjuangan Palestina... dalam menghadapi genosida yang dilakukan oleh pendudukan Zionis, yang mendapat manfaat dari perlindungan Amerika-Barat,” papar pernyataan Kedubes Palestina.

Sementara itu, di Tunisia, yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, parlemen mulai membahas rancangan undang-undang (RUU) pada Kamis yang akan mengidentifikasi segala upaya menormalisasi hubungan dengan Israel sebagai tindakan pengkhianatan.

Rancangan undang-undang yang terdiri dari tujuh bab ini merupakan bagian dari dukungan negara Afrika terhadap Palestina.

Jika lolos, siapa pun yang dinyatakan bersalah melakukan “normalisasi” dapat menghadapi hukuman enam hingga sepuluh tahun penjara dan denda hingga 100.000 dinar Tunisia (USD31.553), dan pelanggar berulang menghadapi hukuman penjara seumur hidup.

Maroko, salah satu dari lima negara Arab yang menormalisasi hubungan dengan Israel berdasarkan Perjanjian Abraham, dilaporkan berada di bawah tekanan untuk memutuskan hubungan setelah Yordania mengumumkan penarikan duta besarnya untuk Tel Aviv pada Rabu sebagai protes atas pemboman di Gaza.

Bahrain juga mengatakan pada Kamis bahwa duta besarnya telah ditarik dari Israel sebagai tanggapan atas meningkatnya konflik.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
Ramalan Diego Maradona...
Ramalan Diego Maradona Jadi Kenyataan? Kritik Piala Dunia di Amerika Serikat Kembali Viral
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Berita Terkini
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved