Mengapa Lebanon Menjadi Sasaran Perang Israel Palestina? Simak Penjelasan Lengkapnya

Selasa, 31 Oktober 2023 - 22:02 WIB
loading...
Mengapa Lebanon Menjadi...
Lebanon dikenal memiliki sejarah panjang berkonflik dengan Israel. Foto/Reuters
A A A
GAZA - Perang Israel Palestina rupanya tidak hanya memberikan dampak kerusakan di wilayah konflik saja, namun juga beberapa wilayah bahkan negara di sekitarnya.

Salah satu negara yang terkena dampak dari peperangan tersebut adalah Lebanon. Negara itu disebutkan telah melalui banyak mendapat dampak dari rentetan konflik panjang di sekitar wilayahnya, baik dari perang Israel Palestina maupun konflik Suriah.

Negara kecil di Levant yang hanya berpenduduk 6 juta orang tersebut tengah terguncang oleh krisis ekonomi, dan kini mereka harus meningkatkan kewaspadaannya setelah pecahnya konflik antara Israel dan Palestina.

Lantas, mengapa Lebanon menjadi negara yang menjadi sasaran perang tersebut? Mengingat Mesir, Yordania, dan Suriah juga berdekatan dengan wilayah konflik.

Keputusan Hizbullah untuk bergabung sepenuhnya dalam perang mungkin menjawab pertanyaan tersebut. Sebab Lebanon menjadi negara perbatasan yang paling mudah diakses oleh kelompok milisi tersebut.

Dilansir dari The Conversation, sejumlah sejarawan menyebutkan jika perang antara Hizbullah dan Israel benar-benar meletus, kekerasan dan kehancuran yang sudah signifikan di Israel selatan dan Gaza kemungkinan besar akan diperburuk dengan banyaknya korban jiwa di Lebanon, Israel, dan mungkin di wilayah lain di Timur Tengah.

Penyebab lain datang dari pernyataan pihak Hamas yang menyebut jika para pejuangnya menembakkan roket dari Lebanon, sementara kelompok bersenjata Palestina lainnya juga mengaku bertanggung jawab atas peluncuran bahan peledak ke Israel utara pada 29 Oktober 2023 menurut AlJazeera.

Perang Israel Palestina telah Meluas ke Lebanon Sejak Tahun 1948

Konflik Israel Palestina telah meluas ke Lebanon sejak tahun 1948, dengan berdirinya negara Israel dan pengungsian warga Palestina, atau yang disebut dengan Nakba.

Sekitar 110 ribu warga Palestina mengungsi ke Lebanon pada tahun 1948. Saat ini, jumlahnya diperkirakan mencapai 210 ribu.

Dalam survei yang dilakukan, banyak warga Lebanon yang mengatakan bahwa mereka membenci pengungsi Palestina di negara tersebut dan menyalahkan mereka atas meletusnya perang saudara di Lebanon, yang terjadi pada tahun 1975 hingga 1990.

Baca Juga: Rugi Rp3,9 Triliun per Hari, Israel Akan Bangkrut karena Menggempur Hamas

Pada saat perang saudara di Lebanon, Israel mendukung milisi Kristen dan melakukan perjuangannya sendiri melawan milisi Palestina, yang menggunakan Lebanon sebagai basis untuk melancarkan serangan terhadap negara Yahudi.

Pada tahun 1982, Israel menginvasi Lebanon untuk menghapuskan Organisasi Pembebasan Palestina dan mendirikan pemerintahan Kristen pro-Israel di Beirut.

Hizbullah Punya Kekuatan Besar di Lebanon

Hizbullah dibentuk pada tahun 1982 dengan dukungan Iran dan Suriah untuk melawan Israel. Sejauh ini, mereka merupakan salah satu kekuatan politik, sosio-ekonomi, dan militer terkuat.

Hal ini disebabkan oleh dukungan Iran dan struktur sosial internal yang kuat dan kohesif di kalangan pengikut Syiah di negara tersebut. Tidak semua kelompok Syiah mengidentifikasi diri dengan Hizbullah.

Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah berulang kali menyatakan bahwa peran utama kelompoknya adalah mempertahankan kedaulatan Lebanon.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved