Provokasi China dan Korea Utara, AS dan Korea Selatan Gelar Latihan Drone dan Sensor Laser
Sabtu, 28 Oktober 2023 - 16:56 WIB
loading...
A
A
A
“Kami dapat mengkonfirmasi pergerakan musuh menggunakan drone, dan menyerang mereka dengan peralatan serangan mutakhir, yang memungkinkan kami memaksimalkan hasil operasi sekaligus meminimalkan kerusakan pada pasukan kami,” katanya, dilansir Reuters.
Letnan Satu Derek Chen dari Tim Tempur Brigade Stryker ke-2 Divisi Infanteri ke-4 AS mengatakan latihan tersebut menawarkan "pengalaman yang membuka mata" dan aset tersebut akan bermanfaat dalam operasi tempur di masa depan.
Baca Juga: Picu Perang Front Ketiga? AS, Korea Selatan, dan Jepang Gelar Latihan Udara yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Tentara Korea Selatan meluncurkan brigade TIGER tahun lalu sebagai unit percontohan untuk operasi peperangan di masa depan dengan menggunakan drone bertenaga kecerdasan buatan dan kendaraan tempur yang sangat mobile. Hal ini bertujuan untuk mengubah semua unit tempur berdasarkan model tersebut pada tahun 2040.
Tentara juga mengadakan kompetisi perang masa depan internasional pertamanya selama lima hari hingga Sabtu, yang diikuti oleh sekitar 300 tentara dari lima negara termasuk Inggris, Uzbekistan dan Kamboja.
Letnan Satu Derek Chen dari Tim Tempur Brigade Stryker ke-2 Divisi Infanteri ke-4 AS mengatakan latihan tersebut menawarkan "pengalaman yang membuka mata" dan aset tersebut akan bermanfaat dalam operasi tempur di masa depan.
Baca Juga: Picu Perang Front Ketiga? AS, Korea Selatan, dan Jepang Gelar Latihan Udara yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Tentara Korea Selatan meluncurkan brigade TIGER tahun lalu sebagai unit percontohan untuk operasi peperangan di masa depan dengan menggunakan drone bertenaga kecerdasan buatan dan kendaraan tempur yang sangat mobile. Hal ini bertujuan untuk mengubah semua unit tempur berdasarkan model tersebut pada tahun 2040.
Tentara juga mengadakan kompetisi perang masa depan internasional pertamanya selama lima hari hingga Sabtu, yang diikuti oleh sekitar 300 tentara dari lima negara termasuk Inggris, Uzbekistan dan Kamboja.
(ahm)
Lihat Juga :