AS Sebut Rusia Eksekusi Tentaranya yang Mundur

Jum'at, 27 Oktober 2023 - 05:49 WIB
loading...
AS Sebut Rusia Eksekusi...
AS sebut Rusia mengeksekusi tentaranya yang mundur dari medan pertempuran. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Gedung Putih mengatakan Rusia mengeksekusi tentaranya yang mencoba mundur dari serangan di Ukraina timur. Menurut Amerika Serikat (AS), beberapa korban yang diderita Rusia di dekat Avdiivka adalah “atas perintah pemimpin mereka sendiri”.

Pasukan Rusia dan Ukraina saat ini terlibat dalam pertempuran sengit untuk memperebutkan kota di garis depan tersebut sejak pertengahan Oktober. Rusia saat ini diperkirakan menderita kerugian yang signifikan.

Perkiraan Ukraina menyebutkan jumlah korban Rusia di Avdiivka sebanyak 5.000 orang, sementara AS mengatakan bahwa Rusia kehilangan setidaknya 125 kendaraan lapis baja dan peralatan yang setara dengan satu batalion.

Seorang juru bicara militer Ukraina mengatakan bahwa pasukan Rusia menolak menyerang posisi Ukraina di dekat Avdiivka karena kerugian besar dan terjadi pemberontakan di beberapa unit.

Baca Juga: Pertama Kalinya, Rusia Tembak Jatuh 2 Rudal ATACMS Amerika yang Dipasok ke Ukraina

“Pasukan Rusia yang dimobilisasi masih kurang terlatih, kurang perlengkapan dan tidak siap untuk bertempur, seperti yang terjadi pada serangan musim dingin mereka yang gagal tahun lalu,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby dalam sebuah pengarahan seperti dikutip dari BBC, Jumat (27/10/2023).

Dia mengatakan bahwa militer Rusia tampaknya menggunakan apa yang di sebut taktik 'gelombang manusia', hanya melemparkan sejumlah besar tentara yang kurang terlatih ke dalam pertempuran.

“Tidak ada peralatan yang memadai, tidak ada kepemimpinan, tidak ada sumber daya, tidak ada dukungan. Tidak mengherankan jika pasukan Rusia menderita karena moral yang buruk,” tambah Kirby.

Pengambilalihan Avdiivka – yang terletak di dekat kota Donetsk yang diduduki Rusia – akan memungkinkan pasukan Rusia untuk menekan garis depan, sehingga mempersulit pasukan Ukraina untuk membuat kemajuan lebih lanjut ke wilayah Donetsk.

Baca Juga: Dicegat Jet Tempur Su-27 Rusia, 2 Pesawat Pengebom Nuklir AS Putar Balik

Avdiivka telah ditinggalkan oleh 30.000 penduduknya ketika pasukan Rusia terus menyerangnya. Awal pekan ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menggambarkan situasi yang terjadi di kota itu “sangat sulit”.

Pada hari Kamis, AS mengumumkan paket bantuan militer baru senilai USD150 juta untuk Ukraina yang mencakup artileri dan amunisi senjata kecil, serta senjata anti-tank.

Namun, bantuan ke Ukraina di masa depan diragukan setelah terpilihnya Mike Johnson dari Partai Republik sebagai ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS awal pekan ini.

Johnson – yang berasal dari sayap kanan Partai Republik – menentang bantuan lebih lanjut AS ke Ukraina dan sebelumnya mendukung amandemen untuk memblokir bantuan tersebut.

Amerika adalah donor militer terbesar bagi Ukraina, sejauh ini telah menghabiskan lebih dari USD46 miliar, ditambah puluhan miliar lainnya dalam bentuk bantuan keuangan dan kemanusiaan.

Baca Juga: Hampir Sebulan Kosong, DPR AS Akhirnya Punya Ketua Baru
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Siap-Siap, Apple bakal...
Siap-Siap, Apple bakal Naikkan Harga iPhone Dkk Imbas Biaya Chip Melonjak
Rekomendasi
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap, Pakar Hukum: Tak Ada Tekanan dari Kubu Jokowi
Berita Terkini
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved