Siapakah Robert Card, Pelaku Penembakan Massal di Maine?

Jum'at, 27 Oktober 2023 - 02:25 WIB
loading...
Siapakah Robert Card,...
Polisi mengindentifikasi Robert Card sebagai pelaku penembakan massal di Maine. Foto/Wews
A A A
WASHINGTON - Pihak kepolisian Amerika Serikat (AS) telah melancarkan perburuan terhadap pelaku penembakan massal yang menewaskan setidaknya 22 orang di Maine.

Pihak berwenang di Lewiston telah merilis gambar seorang pria dengan senapan serbu gaya militer di arena bowling dan mengatakan mereka sedang mencari Robert Card, sosok yang bersenjata dan berbahaya.

"Sekarang ada surat perintah penangkapan untuk Card atas delapan tuduhan pembunuhan; satu untuk setiap orang terbunuh yang telah diidentifikasi sejauh ini," kata polisi.

Siapakah Robert Card? Ini informasi yang diketahui seperti dikutip dari Sky News, Jumat (27/10/2023).

Angkatan Darat AS mengatakan Card (40) adalah spesialis pasokan minyak bumi dan Sersan Kelas Satu – biasanya berpangkat perwira senior non-komisioner – di pasukan cadangan.

Dia mendaftar pada bulan Desember 2002 dan belum pernah ditugaskan di medan tempur.

Penghargaannya meliputi Medali Prestasi Angkatan Darat, Medali Prestasi Komponen Cadangan Angkatan Darat, Medali Layanan Kemanusiaan, Medali Layanan Pertahanan Nasional, dan Pita Layanan Angkatan Darat.

Pemberitahuan internal polisi mengatakan Card telah dimasukkan ke fasilitas kesehatan mental selama dua minggu pada musim panas ini.

Baca Juga: Kemlu Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban Penembakan Maine

Dikatakan juga bahwa Card telah melaporkan mendengar suara-suara dan mengancam akan melakukan penembakan di pangkalan pelatihan militer di Saco, Maine.

Pernyataan itu tidak memberikan rincian spesifik tentang perawatan atau kondisinya.

"Latar belakang Card menjadikan situasi ini sebagai skenario mimpi buruk bagi polisi yang berusaha mencegah lebih banyak pembunuhan", kata koresponden Sky News AS, Martha Kelner.

“Saya yakin perhatian akan tertuju pada bagaimana Robert Card mampu mempertahankan kepemilikan senjata sekuat itu. Dia terlihat jelas memegang senapan serbu gaya militer,” ujarnya.

Polisi mengatakan aksi penembakan itu terjadi sekitar jam 7 malam pada Rabu waktu setempat di Schemengees Bar and Grille and Sparetime Recreation, sebuah arena bowling – yang jaraknya sekitar empat mil.

Gubernur Maine Janet Mills mengonfirmasi sedikitnya 18 orang tewas dan 13 lainnya luka-luka.

Sebanyak 50 orang juga disebut mengalami luka-luka, namun tidak semuanya tertembak. Beberapa dilaporkan mengalami luka akibat terinjak-injak.

Pemilik arena bowling mengatakan saat itu arena tersebut dipenuhi oleh sedikitnya 100 orang, termasuk sekitar 20 anak-anak.

Salah satu saksi, yang hanya menyebutkan nama depannya, Brandon, mengatakan tembakan pertama datang dari jarak sekitar 15 kaki di belakangnya.

Baca Juga: Bantai 22 Orang, Ini Tampang Penembak Massal di Maine yang Ternyata Tentara AS

“Entah dari mana, dia baru saja masuk dan terdengar suara letupan keras,” ujarnya kepada Sky News.

“Saya sedang bermain bowling, jadi saya membelakangi pintu. Dan begitu saya berbalik, saya melihat itu bukan balon – dia sedang memegang senjata," ungkapnya.

"Saya mendengar yang pertama - mungkin sekitar 15 kaki di belakang saya. Dia dekat. Sangat dekat," imbuhnya.

Brandon mengatakan dia mendengar total 10 tembakan saat dia berlari sepanjang arena bowling dan naik ke belakang tempat pin disimpan untuk berlindung.

Ada banyak polisi di arena bowling dan bar tempat pria bersenjata itu melepaskan tembakan ketika petugas terus menjelajahi Maine untuk mencari Card dan jalan-jalan di dekatnya telah ditutup.

Semua kantor kota akan ditutup hari ini di Lisbon, kota terdekat yang berpenduduk 9.700 orang, tempat ditemukannya kendaraan yang sedang dicari.

Warga di Lewiston telah diperintahkan untuk tinggal di dalam rumah.

Kelner mengatakan akan ada "penantian yang menyiksa" bagi orang-orang di pusat reunifikasi di Lewiston yang sedang menunggu kabar tentang orang yang mereka cintai.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Penembakan Massal Guncang Maine AS, 22 Orang Tewas, 60 Luka
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
Prabowo Gandeng Imperial...
Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved