Ketika Bos Hamas Ismail Haniyeh Hidup Enak di Qatar tapi Gaza Luluh Lantak Dibom Israel
Rabu, 18 Oktober 2023 - 10:40 WIB
loading...
A
A
A
Pada 20 Juli 2022, sebuah dokumen dibagikan di media sosial Palestina yang menunjukkan daftar resmi pelancong yang telah diberi izin meninggalkan Gaza melalui penyeberangan Rafah.
Di antara nama-nama tersebut adalah putra Haniyeh, Hazem, bersama istri dan dua anaknya, yang meninggalkan Gaza untuk bergabung dengan anggota keluarga Haniyeh lainnya di Turki.
Pengungkapan ini memicu kampanye media sosial menentang kepemimpinan Hamas, bertajuk “Tangan Kita Bersih”—sebuah hal yang jarang terjadi di Jalur Gaza, di mana perbedaan pendapat politik pada umumnya tidak ditoleransi.
Menurut Middle East Media Research Institute (MEMRI), nama tersebut mengacu pada pidato Haniyeh pada 2009, yakni pada peringatan 22 tahun berdirinya Hamas, di mana dia mengatakan: “Tangan kami bersih. Kami tidak mencuri dana, memiliki real estate, atau membangun vila.”
Tahun ini, Hamas mengadakan acara buka puasa Ramadan di Ibu Kota Qatar; Doha, untuk sekitar 30 diplomat dari negara-negara Arab dan Islam dan beberapa “negara sahabat non-Arab", serta para menteri dan anggota parlemen Qatar.
Acara tersebut, yang dipublikasikan melalui platform online Hamas, berlangsung di Klub Diplomatik Doha, yang mencerminkan status tinggi yang dinikmati Hamas di monarki Teluk.
Di antara peserta yang hadir adalah duta besar Iran, Turki, rezim Taliban di Afghanistan, dan Rusia, serta “penasihat keamanan dari negara besar Eropa,” menurut harian al-Arabi al-Jadid.
Di antara nama-nama tersebut adalah putra Haniyeh, Hazem, bersama istri dan dua anaknya, yang meninggalkan Gaza untuk bergabung dengan anggota keluarga Haniyeh lainnya di Turki.
Pengungkapan ini memicu kampanye media sosial menentang kepemimpinan Hamas, bertajuk “Tangan Kita Bersih”—sebuah hal yang jarang terjadi di Jalur Gaza, di mana perbedaan pendapat politik pada umumnya tidak ditoleransi.
Menurut Middle East Media Research Institute (MEMRI), nama tersebut mengacu pada pidato Haniyeh pada 2009, yakni pada peringatan 22 tahun berdirinya Hamas, di mana dia mengatakan: “Tangan kami bersih. Kami tidak mencuri dana, memiliki real estate, atau membangun vila.”
Tahun ini, Hamas mengadakan acara buka puasa Ramadan di Ibu Kota Qatar; Doha, untuk sekitar 30 diplomat dari negara-negara Arab dan Islam dan beberapa “negara sahabat non-Arab", serta para menteri dan anggota parlemen Qatar.
Acara tersebut, yang dipublikasikan melalui platform online Hamas, berlangsung di Klub Diplomatik Doha, yang mencerminkan status tinggi yang dinikmati Hamas di monarki Teluk.
Di antara peserta yang hadir adalah duta besar Iran, Turki, rezim Taliban di Afghanistan, dan Rusia, serta “penasihat keamanan dari negara besar Eropa,” menurut harian al-Arabi al-Jadid.
(mas)
Lihat Juga :