Bagaimana Kehidupan di Metro Gaza? Berikut 6 Fakta Jaringan Terowongan Bawah Tanah Misterius Milik Hamas

Senin, 16 Oktober 2023 - 10:37 WIB
loading...
Bagaimana Kehidupan...
Hamas memiliki terowongan yang dikenal dengan Metro Gaza. Foto/Reuters
A A A
GAZA - Banyaknya terowongan di bawah Gaza paling dikenal sebagai jalur yang digunakan untuk menyelundupkan barang dari Mesir dan melancarkan serangan ke Israel.

Namun terdapat jaringan bawah tanah kedua yang oleh Pasukan Pertahanan Israel disebut sebagai “metro Gaza.” Ini adalah labirin terowongan yang luas, beberapa kilometer di bawah tanah, digunakan untuk mengangkut orang dan barang; untuk menyimpan roket dan amunisi; dan menampung pusat komando dan kendali Hamas, yang semuanya jauh dari pengawasan pesawat dan drone pengintai Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Berikut adalah 6 fakta tentang Metro Gaza, terowongan yang digunakan oleh Hamas.

1. Memiliki Panjang 500 Km

Bagaimana Kehidupan di Metro Gaza? Berikut 6 Fakta Jaringan Terowongan Bawah Tanah Misterius Milik Hamas

Foto/Reuters

Hamas pada tahun 2021 mengklaim telah membangun terowongan sepanjang 500 kilometer di bawah Gaza, meskipun tidak jelas apakah angka tersebut akurat atau tidak. Jika benar, terowongan bawah tanah Hamas akan berukuran kurang dari setengah panjang sistem kereta bawah tanah Kota New York.

“Ini adalah jaringan terowongan yang sangat rumit, sangat besar – sangat besar – di wilayah yang agak kecil,” kata Daphne Richemond-Barak, seorang profesor di Universitas Reichman Israel dan pakar perang bawah tanah, dilansir CNN.

Baca Juga: Diduga Ditekan AS dan Negara Arab, Mahmoud Abbas Kutuk Serangan Hamas ke Israel

2. Solusi atas Blokade Darat, Laut dan Udara oleh Israel

Bagaimana Kehidupan di Metro Gaza? Berikut 6 Fakta Jaringan Terowongan Bawah Tanah Misterius Milik Hamas

Foto/Reuters

Gaza telah berada di bawah blokade darat, laut dan udara oleh Israel, serta blokade darat oleh Mesir, sejak tahun 2007 dan diyakini tidak memiliki jenis mesin besar yang biasanya digunakan untuk membangun terowongan jauh di bawah tanah.

Para ahli mengatakan bahwa penggali yang menggunakan peralatan dasar kemungkinan besar menggali jauh di bawah tanah untuk menggali jaringan, yang dihubungkan dengan listrik dan diperkuat dengan beton. Israel telah lama menuduh Hamas mengalihkan beton yang dimaksudkan untuk tujuan sipil dan kemanusiaan untuk pembangunan terowongan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Terungkap! Pesawat Hantam...
Terungkap! Pesawat Hantam Gedung di China Sebelumnya Nyaris Tabrak Pesawat Airbus A330
Rekomendasi
Penalti Menit Akhir...
Penalti Menit Akhir Belgia Paksa Senegal Angkat Koper
Setan Merah Comeback,...
Setan Merah Comeback, Laga Belgia vs Senegal Berlanjut ke Extra Time
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Berita Terkini
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Infografis
Israel Perlu Waktu Sangat...
Israel Perlu Waktu Sangat Lama Hancurkan Terowongan Hamas di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved