Dubes Rusia untuk PBB: Timur Tengah di Ambang Perang Besar

Minggu, 15 Oktober 2023 - 00:01 WIB
loading...
Dubes Rusia untuk PBB:...
Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia memperingatkan potensi perang besar. Foto/REUTERS
A A A
NEW YORK - Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia memperingatkan Timur Tengah berada di ambang perang besar, seiring meningkatnya permusuhan antara Israel dan Hamas baru-baru ini.

Diplomat tersebut juga mengecam tingkat kekerasan “mengerikan” yang terjadi di wilayah tersebut akhir-akhir ini dan menyerukan gencatan senjata segera.

Berbicara kepada media setelah pertemuan tertutup Dewan Keamanan PBB pada Jumat (13/10/2023), Nebenzia mengatakan, “Wilayah tersebut berada di ambang perang besar-besaran dan bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Dia mencatat, “Rusia dengan tegas mengutuk pembunuhan warga sipil Israel dan Palestina. Apa yang terjadi di wilayah Israel pada tanggal 7 Oktober tidak dapat diterima.”

Menurut diplomat Rusia tersebut, “Tanggung jawab atas perang yang terjadi di Timur Tengah sebagian besar berada di tangan Amerika Serikat.”

Nebenzia menuduh Washington “secara tidak bertanggung jawab dan egois” menghalangi kerja kuartet mediator yang terdiri dari PBB, AS, Uni Eropa (UE), dan Rusia.

Dia mengklaim AS telah berusaha memonopoli proses tersebut dan memaksakan visi perdamaiannya sendiri di Palestina, namun tidak menyelesaikan penyebab utama konflik tersebut.

Baca juga: Perang Makin Membara, Hamas Luncurkan Rudal Jarak Jauh Mencapai Israel Utara

Diplomat tersebut juga menekankan Israel telah lama melanggar berbagai resolusi PBB, termasuk dengan memperluas permukiman ilegalnya di wilayah pendudukan Palestina.

Nebenzia melanjutkan dengan menekankan, meskipun Israel “memiliki hak untuk membela warganya,” Rusia memandang taktik terbarunya sama saja dengan hukuman kolektif terhadap warga Palestina, dan oleh karena itu tidak dapat diterima.

Berbicara setelah konferensi pers yang mengakhiri kunjungan dua harinya ke Kyrgyzstan pada hari Jumat, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, “Israel, tentu saja, menghadapi serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang belum pernah terjadi dalam sejarah, dan tidak hanya dalam skala, tetapi juga dalam sifat pelaksanaannya, dengan kekejaman.”

Menurut kepala negara Rusia, satu-satunya cara menyelesaikan konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun ini adalah melalui negosiasi dan pembentukan negara Palestina yang merdeka.

Putin mencatat Rusia, yang memiliki hubungan dekat dengan Israel dan negara-negara Arab, siap mengambil peran sebagai mediator, asalkan pihak yang bertikai menyetujui hal tersebut.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Tok! Kakek 61 Tahun...
Tok! Kakek 61 Tahun di Swedia Divonis Penjara gegara Paksa Istri Layani 120 Pria
Rekomendasi
Kapolda Riau Gaungkan...
Kapolda Riau Gaungkan Polisi Penjaga Peradaban di Dies Natalis Ke-80 STIK Polri
Pernikahan Jennifer...
Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner Digarap EO Milik Thariq Halilintar
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Berita Terkini
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved