Kesal TikTok Dilarang, Media China Sebut AS Negara Jahat
Selasa, 04 Agustus 2020 - 16:32 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/Sindonews
A
A
A
BEIJING - Media pemerintah China menyebut Amerika Serikat (AS) sebagai negara jahat dan menyebut potensi penjualan perusahaan media sosial TikTok kepada Microsoft sebagai "pencurian." Media itu menambahkan bahwa Beijing dapat membalas jika kesepakatan itu terjadi.
Microsoft pada hari Minggu mengumumkan rencana untuk mengakuisisi bisnis TikTok di pasar tertentu - AS, Kanada, Australia, dan Selandia Baru. (Baca: Beli TikTok, ByteDance dan Microsoft Minta Tunggu sampai 15 September 2020 )
Mengomentari masalah ini, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa membeli hanya sebagian dari aplikasi akan menjadi "rumit" - tetapi dia masih memberi CEO Microsoft Satya Nadella jalan terus. Trump menambahkan bahwa sejumlah "uang utama" harus dibayarkan ke Departemen Keuangan AS untuk memungkinkan transaksi. (Baca: Donald Trump Ultimatum TikTok 45 Hari atau Hilang Selamanya )
Pemimpin redaksi media pemerintah China Global Times, Hu Xijin, secara blak-blakan menyebut langkah itu sebagai perampokan terbuka.
"Presiden Trump mengubah Amerika yang dulunya hebat menjadi negara yang nakal," tulis Xijin dalam editorial Global Times seperti dikutip dari CNBC, Selasa (4/8/2020).
Global Times memuat tajuk utama yang berbunyi: "Larangan TikTok mencerminkan kepengecutan Washington."
Microsoft pada hari Minggu mengumumkan rencana untuk mengakuisisi bisnis TikTok di pasar tertentu - AS, Kanada, Australia, dan Selandia Baru. (Baca: Beli TikTok, ByteDance dan Microsoft Minta Tunggu sampai 15 September 2020 )
Mengomentari masalah ini, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa membeli hanya sebagian dari aplikasi akan menjadi "rumit" - tetapi dia masih memberi CEO Microsoft Satya Nadella jalan terus. Trump menambahkan bahwa sejumlah "uang utama" harus dibayarkan ke Departemen Keuangan AS untuk memungkinkan transaksi. (Baca: Donald Trump Ultimatum TikTok 45 Hari atau Hilang Selamanya )
Pemimpin redaksi media pemerintah China Global Times, Hu Xijin, secara blak-blakan menyebut langkah itu sebagai perampokan terbuka.
"Presiden Trump mengubah Amerika yang dulunya hebat menjadi negara yang nakal," tulis Xijin dalam editorial Global Times seperti dikutip dari CNBC, Selasa (4/8/2020).
Global Times memuat tajuk utama yang berbunyi: "Larangan TikTok mencerminkan kepengecutan Washington."
Lihat Juga :