Hizbullah Siap Gabung dengan Hamas, Perang Besar Bayangi Timur Tengah
Jum'at, 13 Oktober 2023 - 20:17 WIB
loading...
Hizbullah siap gabung dengan Hamas, perang besar bayangi Timur Tengah. Foto/Ilustrasi
A
A
A
BEIRUT - Kekhawatiran perang antara Hamas dan Israel membesar tampaknya bisa menjadi kenyataan. Pasalnya, kelompok Hizbullah di Lebanon menyatakan siap bergabung dengan Hamas.
Wakil Ketua Hizbullah, Naim Qassem mengatakan, kelompok itu tidak akan terpengaruh dengan seruah agar mereka tidak melakukan intervensi dalam konflik antara Israel dan Hamas. Sebaliknya, ia mengatakan Hizbullah sepenuhnya siap untuk berkontribusi dalam pertempuran.
“Seruan di balik layar yang dilakukan oleh negara-negara besar, negara-negara Arab, utusan PBB, yang secara langsung dan tidak langsung meminta kami untuk tidak ikut campur tidak akan berpengaruh,” katanya kepada para pendukungnya yang berkumpul di pinggiran selatan Beirut.
Baca Juga: Kecam Kekejaman Israel di Gaza, Ratu Rania Dukung Perjuangan Palestina
“Hizbullah mengetahui tugasnya dengan sangat baik. Kami siap dan sedia, sepenuhnya siap, dan mengikuti perkembangan dari waktu ke waktu,” imbuh Qassem seperti dikutip dari US News, Jumat (13/10/2023).
Qassem adalah pejabat paling senior Hizbullah yang berbicara secara terbuka tentang kekerasan tersebut. Pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah sendiri belum mengomentari perkembangan tersebut.
“Pertanyaan yang diajukan, yang ditunggu-tunggu semua orang, adalah: apa yang akan dilakukan Hizbullah dan apa kontribusinya?” ujar Qassem.
Baca Juga: Sebelum Invasi ke Israel, Pejuang Hamas Berlatih di dekat Perbatasan selama 2 Tahun
“Kami akan berkontribusi terhadap konfrontasi sesuai rencana kami… ketika tiba saatnya untuk melakukan tindakan apa pun, kami akan melaksanakannya,” tegasnya.
Hizbullah telah beberapa kali terlibat bentrok dengan Israel di perbatasan Lebanon dalam sepekan terakhir, menyusul serangan faksi Palestina Hamas terhadap kota-kota Israel dan pemboman balasan Israel di Jalur Gaza.
Namun sumber-sumber mengatakan Hizbullah telah merancang tindakannya sejauh ini dengan cakupan yang terbatas, mencegah penyebaran besar-besaran ke Lebanon sambil tetap menjaga pasukan Israel tetap menduduki wilayah tersebut.
Baca Juga: Panglima Militer Israel: Sekarang Adalah Waktunya Berperang
Wakil Ketua Hizbullah, Naim Qassem mengatakan, kelompok itu tidak akan terpengaruh dengan seruah agar mereka tidak melakukan intervensi dalam konflik antara Israel dan Hamas. Sebaliknya, ia mengatakan Hizbullah sepenuhnya siap untuk berkontribusi dalam pertempuran.
“Seruan di balik layar yang dilakukan oleh negara-negara besar, negara-negara Arab, utusan PBB, yang secara langsung dan tidak langsung meminta kami untuk tidak ikut campur tidak akan berpengaruh,” katanya kepada para pendukungnya yang berkumpul di pinggiran selatan Beirut.
Baca Juga: Kecam Kekejaman Israel di Gaza, Ratu Rania Dukung Perjuangan Palestina
“Hizbullah mengetahui tugasnya dengan sangat baik. Kami siap dan sedia, sepenuhnya siap, dan mengikuti perkembangan dari waktu ke waktu,” imbuh Qassem seperti dikutip dari US News, Jumat (13/10/2023).
Qassem adalah pejabat paling senior Hizbullah yang berbicara secara terbuka tentang kekerasan tersebut. Pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah sendiri belum mengomentari perkembangan tersebut.
“Pertanyaan yang diajukan, yang ditunggu-tunggu semua orang, adalah: apa yang akan dilakukan Hizbullah dan apa kontribusinya?” ujar Qassem.
Baca Juga: Sebelum Invasi ke Israel, Pejuang Hamas Berlatih di dekat Perbatasan selama 2 Tahun
“Kami akan berkontribusi terhadap konfrontasi sesuai rencana kami… ketika tiba saatnya untuk melakukan tindakan apa pun, kami akan melaksanakannya,” tegasnya.
Hizbullah telah beberapa kali terlibat bentrok dengan Israel di perbatasan Lebanon dalam sepekan terakhir, menyusul serangan faksi Palestina Hamas terhadap kota-kota Israel dan pemboman balasan Israel di Jalur Gaza.
Namun sumber-sumber mengatakan Hizbullah telah merancang tindakannya sejauh ini dengan cakupan yang terbatas, mencegah penyebaran besar-besaran ke Lebanon sambil tetap menjaga pasukan Israel tetap menduduki wilayah tersebut.
Baca Juga: Panglima Militer Israel: Sekarang Adalah Waktunya Berperang
(ian)
Lihat Juga :