AS Sindir Rusia Tak Kecam Serangan Hamas terhadap Israel, Ini Respons Moskow
Senin, 09 Oktober 2023 - 12:23 WIB
loading...
Jet-jet tempur Israel bombardir Gaza, Palestina, ketika Operasi Badai al-Aqsa Hamas menewaskan lebih dari 700 orang di Israel. Amerika Serikat sindir Rusia tak kecam Hamas. Foto/REUTERS/Ashraf Amra
A
A
A
NEW YORK - Dewan Keamanan (DK) PBB mengadakan pertemuan darurat secara tertutup pada hari Minggu, dan Amerika Serikat (AS) meminta seluruh 15 anggota Dewan Keamanan mengecam keras serangan besar Hamas terhadap Israel.
Namun, lanjut AS, tidak semua anggota DK PBB mengecam serangan Hamas yang diberi nama Operasi Badai al-Aqsa—yang menewaskan lebih dari 700 orang Israel dan ratusan lainnya diculik.
Wakil Duta Besar AS Robert Wood mengatakan “sejumlah negara” memang mengecam serangan Hamas tetapi tidak semua anggota Dewan. Pernyataan itu ditafsirkan banyak pihak sebagai sindiran terhadap Rusia.
Baca Juga: Operasi Badai al-Aqsa Hamas: Lebih dari 700 Orang Israel Tewas, 100 Lebih Diculik
Moskow merespons sikap Amerika tersebut. Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, mengatakan kepada AP bahwa Amerika mencoba mengatakan dalam pertemuan tersebut bahwa Rusia tidak mengecam serangan tersebut. "Namun itu tidak benar," katanya.
“Itu ada dalam komentar saya,” katanya. “Kami mengecam semua serangan terhadap warga sipil," ujar diplomat Rusia tersebut, Senin (9/10/2023).
Nebenzia mengatakan pesan Rusia adalah: “Penting untuk segera menghentikan pertempuran, melakukan gencatan senjata dan melakukan negosiasi yang bermakna, yang telah terhenti selama beberapa dekade.”
Duta Besar China Zhang Jun menyuarakan posisi serupa sebelumnya, saat ia menuju ke pertemuan DK PBB. Dia mengatakan Beijing mengecam semua serangan terhadap warga sipil, meski dia tidak menyebut nama Hamas.
“Apa yang benar-benar penting adalah mencegah eskalasi situasi lebih lanjut dan jatuhnya korban jiwa lebih lanjut pada warga sipil,” kata Zhang.
“Yang juga penting adalah kembali ke solusi dua negara.”
Namun, lanjut AS, tidak semua anggota DK PBB mengecam serangan Hamas yang diberi nama Operasi Badai al-Aqsa—yang menewaskan lebih dari 700 orang Israel dan ratusan lainnya diculik.
Wakil Duta Besar AS Robert Wood mengatakan “sejumlah negara” memang mengecam serangan Hamas tetapi tidak semua anggota Dewan. Pernyataan itu ditafsirkan banyak pihak sebagai sindiran terhadap Rusia.
Baca Juga: Operasi Badai al-Aqsa Hamas: Lebih dari 700 Orang Israel Tewas, 100 Lebih Diculik
Moskow merespons sikap Amerika tersebut. Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, mengatakan kepada AP bahwa Amerika mencoba mengatakan dalam pertemuan tersebut bahwa Rusia tidak mengecam serangan tersebut. "Namun itu tidak benar," katanya.
“Itu ada dalam komentar saya,” katanya. “Kami mengecam semua serangan terhadap warga sipil," ujar diplomat Rusia tersebut, Senin (9/10/2023).
Nebenzia mengatakan pesan Rusia adalah: “Penting untuk segera menghentikan pertempuran, melakukan gencatan senjata dan melakukan negosiasi yang bermakna, yang telah terhenti selama beberapa dekade.”
Duta Besar China Zhang Jun menyuarakan posisi serupa sebelumnya, saat ia menuju ke pertemuan DK PBB. Dia mengatakan Beijing mengecam semua serangan terhadap warga sipil, meski dia tidak menyebut nama Hamas.
“Apa yang benar-benar penting adalah mencegah eskalasi situasi lebih lanjut dan jatuhnya korban jiwa lebih lanjut pada warga sipil,” kata Zhang.
“Yang juga penting adalah kembali ke solusi dua negara.”
Lihat Juga :